Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gaji PNS Mau Lewat KDMP, Pemprov Jatim Khawatir Sumber Dana Bank Jatim
Koperasi Kelurahan Merah Putih Semolowaru Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Pemprov Jatim meminta pemerintah pusat mengkaji ulang penyaluran gaji PNS melalui KDMP karena berpotensi mengurangi dana murah Bank Jatim dan pendapatan daerah dari dividen.

  • Bank Jatim memiliki 419.053 akun payroll ASN. Pemprov juga mempertanyakan kesiapan 8.494 KDMP di Jatim, terutama terkait sistem, manajemen, akuntabilitas, dan kepercayaan pegawai.

  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan penyaluran gaji PNS melalui KDMP akan direalisasikan pada 2026, dengan usulan yang disebut telah disetujui Kemenkeu dan didukung anggaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun ini

Pemerintah pusat menargetkan penyaluran gaji PNS melalui KDMP berjalan. Ferry Juliantono menyatakan pelaksanaannya dilakukan sekarang, pada tahun ini.

2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan rencana penyaluran gaji PNS melalui KDMP akan direalisasikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah pusat merencanakan penyaluran gaji PNS melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), yang dikhawatirkan Pemprov Jawa Timur dapat memengaruhi dana murah Bank Jatim.
  • Who?
    Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono, Bank Jatim, PNS/ASN, KDMP, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kementerian Keuangan, dan Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi terlibat dalam pembahasan rencana tersebut.
  • Where?
    Dampak yang disoroti berada di Jawa Timur, tempat Bank Jatim memiliki 419.053 akun payroll ASN dan 8.494 KDMP berbadan hukum di 38 kabupaten/kota. Pernyataan Menteri Koperasi disampaikan di Kantor Kemenko Pangan.
  • When?
    Ferry Juliantono menyatakan rencana itu akan direalisasikan pada 2026, sekaligus menyebut pelaksanaannya “sekarang” saat ditanya mengenai waktunya. Hingga saat ini belum ada kepastian jadwal operasional penyaluran gaji tersebut.
  • Why?
    Pemprov Jatim meminta kajian ulang karena rekening gaji ASN menjadi sumber dana murah Bank Jatim dan terkait dividen pendapatan asli daerah. Pemerintah juga ingin memperkuat koperasi serta memperluas layanan keuangan masyarakat.
  • How?
    Usulan penyaluran gaji telah diajukan kepada Kementerian Keuangan; Ferry menyebut Kemenkeu menyetujui dan menyiapkan anggaran. Pemprov Jatim menilai kesiapan sistem, mekanisme, manajemen, akuntabilitas, dan kepercayaan pegawai perlu diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah mau menyalurkan gaji PNS lewat koperasi Merah Putih pada 2026. Pak Adhy dari Jawa Timur khawatir Bank Jatim jadi kekurangan uang dari rekening gaji PNS. Ia minta rencana ini dipikirkan lagi. Ada 8.494 koperasi di Jatim, tetapi kesiapan sistem dan kepercayaannya masih dilihat. Pak Ferry bilang rencana ini sudah disetujui.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana ini membuka ruang penguatan koperasi sebagai alternatif layanan keuangan, dengan dukungan anggaran yang disebut telah disiapkan. Di Jawa Timur, keberadaan 8.494 KDMP berbadan hukum memberikan fondasi awal yang luas. Pada saat yang sama, perhatian Pemprov terhadap sistem, akuntabilitas, dan kepercayaan dapat mendorong penerapan yang lebih cermat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Rencana pemerintah pusat menyalurkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) bikin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) waswas. Kebijakan yang ditargetkan berjalan tahun ini dinilai berpotensi menggerus sumber dana murah Bank Jatim yang selama ini ditopang oleh rekening gaji aparatur sipil negara (ASN).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono meminta, pemerintah pusat mengkaji ulang rencana tersebut. Menurutnya, penyaluran gaji ASN merupakan salah satu sumber dana penting bagi bank pembangunan daerah (BPD), termasuk Bank Jatim yang saat ini tengah diperkuat.

“BPD itu adalah dana murah yang captive, karena payroll-nya, RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) dari PNS. Tentu ini akan sangat berpengaruh terhadap jalannya bank yang sedang diperkuat,” ujarnya.

Selama ini, Bank Jatim mencatat 419.053 akun payroll ASN di seluruh Jatim. Jumlah tersebut menjadi salah satu basis dana yang menopang aktivitas perbankan daerah. Namun, jika penyaluran gaji beralih ke KDMP, komposisi dana yang selama ini mengalir melalui Bank Jatim berpotensi berubah. Dampaknya bukan hanya menyangkut bisnis perbankan, tetapi juga perlu diperhitungkan karena Bank Jatim merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui dividen.

Adhy, yang juga menjabat Komisaris Bank Jatim, menilai kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan keberlangsungan bank daerah. Terlebih, pemerintah daerah saat ini tengah memperkuat peran Bank Jatim dalam mendukung perekonomian Jatim.

“Kalau saya atas nama Bank Jatim sebagai komisaris dan juga pemerintah, karena ini urusan PAD, tentu kalau bisa mempertimbangkan dulu. Mohon diperhatikan bagaimana kelangsungan dari bank daerah, terutama Bank Jatim yang memang tertumpu dari pendapatan dana murahnya dari ASN,” tegasnya.

Selain potensi dampak terhadap Bank Jatim, Adhy juga mempertanyakan kesiapan KDMP untuk mengelola penyaluran gaji ASN. Menurutnya, aspek sistem, mekanisme, manajemen, akuntabilitas, hingga kepercayaan pegawai harus menjadi pertimbangan sebelum kebijakan diterapkan.

Di Jatim, tercatat sebanyak 8.494 KDMP telah berbadan hukum dan tersebar di 38 kabupaten/kota. Meski demikian, status berbadan hukum saja belum cukup untuk memastikan koperasi siap menjalankan layanan pengelolaan gaji dalam skala besar.

“Yang kedua, tentu kita lihat juga bagaimana kesiapan itu terkait dengan sistem, mekanisme, manajemen, akuntabilitas, dan trust bagi PNS. Itu saja, kita lihat nanti,” kata Adhy.

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan rencana penyaluran gaji PNS melalui KDMP akan direalisasikan pada 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Ferry di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

“Sekarang (tahun ini),” kata Ferry saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan rencana tersebut.

Ferry menyebut usulan itu telah diajukan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurutnya, Kemenkeu telah menyetujui usulan tersebut dan menyiapkan anggaran untuk mendukung pelaksanaannya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koperasi sekaligus memperluas layanan keuangan bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pelibatan koperasi bukan dimaksudkan untuk menghilangkan atau menggantikan fungsi perbankan. Koperasi diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article