Efisiensi Anggaran, Khofifah: Tak Boleh Potong Bansos!

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh berdampak kepada masyarakat berpenghasilan rendah, terutama bagi mereka yang merupakan penerima manfaat bantuan sosial. Maka dari itu, ia ingin agar bansos disalurkan secara utuh meski ada efisiensi.
Untuk itu, Khofifah nantinya dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama Sekretaris Daerah (Sekda), Adhy Karyono dan kepala-kepala dinas akan mendengarkan terlebih dahulu pos anggaran yang ada. Karena APBD 2025 yang disahkan tahun lalu, masih menjadi kewenangan Adhy Karyono yang kala itu menjabat Pj Gubernur Jatim.
"Siang ini kami akan mendapatkan detail penjelasan dari sekda. Untuk bisa melihat bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengganggu kinerja Pemprov. Terutama bansos tidak boleh dipotong," tegasnya.
Selain bansos, hal yang tidak boleh dikurangi dalam efisiensi anggaran ialah pelayanan publik. Menurut Khofifah, pelayanan publik harus diberikan secara utuh dan maksimal. "Layanan-layanan publik tidak boleh dikurangi," tegasnya.
Nantinya, rakor terkait efisiensi anggaran ini akan menjadi pijakan Khofifah - Emil dalam menjalankan roda pemerintahan di Jawa Timur selama 100 hari ke depan. Terlebih, ada tantangan bahwa dalam waktu dekat sudah masuk bulan Ramadan dan Idul Fitri.



















