Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dwi Bagus Martono, Pembunuh Mutilasi Ibu-Anak Ternyata Orang "Have"
Mobil Mitsubishi Pajero milik tersangka pembunuhan mutilasi, Dwi Bagus Martono. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Dwi Bagus Martono, tersangka pembunuhan dan mutilasi ibu-anak di Madiun, disebut bekerja sebagai pekerja swasta lepas menurut Polda Jawa Timur.

  • Polisi menyoroti aset DBM, meliputi Mitsubishi Pajero, Suzuki Karimun, motor Scoopy, rumah luas di Madiun, paspor, dan ponsel.

  • DBM diduga membunuh istri sirinya, DH, serta anak DH berusia empat tahun; penyidik masih mendalami perkara berdasarkan bukti dan keterangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27 Oktober 2026

AKBP Arbaridi Jumhur menyatakan DBM bekerja di sektor swasta dengan sistem freelance.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dwi Bagus Martono menjadi tersangka dugaan pembunuhan dan mutilasi terhadap DH, istri sirinya, serta anak DH berusia empat tahun di Madiun.
  • Who?
    Dwi Bagus Martono (DBM) adalah tersangka; DH (30) dan anaknya berusia empat tahun merupakan korban. Polda Jawa Timur menangani penyidikan.
  • Where?
    Kasus pembunuhan dan mutilasi terungkap di Madiun. DBM diketahui memiliki rumah di Kota Madiun, sementara kamar kos milik istri sirinya berada di Ponorogo.
  • When?
    AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan DBM bekerja sebagai pekerja swasta lepas pada Selasa, 27 Oktober 2026. Waktu dugaan pembunuhan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Motif dugaan pembunuhan terhadap DH dan anaknya hingga saat ini masih didalami penyidik berdasarkan alat bukti dan keterangan yang dikumpulkan.
  • How?
    Polda Jawa Timur mengungkap dugaan kasus tersebut dan mengamankan barang, termasuk paspor serta ponsel. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap DBM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi sedang menyelidiki Dwi Bagus Martono. Ia diduga membunuh DH, istri sirinya, dan anak DH yang berumur empat tahun di Madiun. Polisi bilang ia kerja lepas. Ia punya mobil, motor, rumah besar, paspor, dan ponsel. Polisi juga masih mencari tahu dari mana uang dan barang-barang itu berasal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah perhatian terhadap aset tersangka, penanganan perkara ini menunjukkan kehati-hatian penyidik dalam memisahkan kepemilikan barang dari kesimpulan mengenai kondisi keuangan atau sumber kekayaannya. Polisi telah mengamankan sejumlah barang dan tetap mendalami dugaan pembunuhan berdasarkan alat bukti serta keterangan yang dikumpulkan, sehingga proses pemeriksaan bertumpu pada informasi yang dapat diuji.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Mobil Mitsubishi Pajero, Suzuki Karimun, sepeda motor Scoopy, rumah luas di Kota Madiun, hingga sejumlah paspor. Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka pembunuhan dan mutilasi ibu-anak di Madiun, diketahui memiliki sejumlah aset dan barang pribadi. Namun, pekerjaan yang disebut polisi dijalani tersangka adalah pekerja swasta dengan sistem lepas alias freelance.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menyebut DBM bekerja di sektor swasta. Berdasarkan data yang dihimpun, DBM merupakan ahli pemetaan tanah.

“Kerjaannya swasta, freelance-lah,” ujarnya kepada IDN Times, Selasa (27/10/2026).

Tak hanya itu, DBM juga diketahui merupakan lulusan salah satu perguruan tinggi negeri teknik di Bandung. "Iya kuliahnya di Bandung pokoknya," ucap Jumhur.

Di sisi lain, sejumlah barang yang dimiliki DBM menjadi sorotan dalam pengungkapan kasus tersebut. Tersangka diketahui memiliki mobil Pajero dan Karimun, sepeda motor Scoopy, serta rumah berukuran luas di Kota Madiun.

Selain kendaraan dan rumah, polisi juga mengamankan sejumlah barang dalam penyidikan, termasuk paspor dan ponsel. Namun, kepemilikan barang-barang tersebut belum dengan sendirinya menjelaskan kondisi keuangan maupun sumber kekayaan tersangka.

DBM juga disebut bisa menyewakan kamar kos milik istri sirinya di Ponorogo. Informasi ini menambah gambaran mengenai aset dan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan tersangka dan korban.

Nama DBM menjadi sorotan setelah polisi mengungkap dugaan pembunuhan terhadap DH (30), istri sirinya, dan anak DH yang berusia empat tahun. Penyidik Polda Jatim masih mendalami kasus tersebut berdasarkan alat bukti dan keterangan yang dikumpulkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article