Dikaitkan dengan Teror Kepala Kambing, Tim ERJI: Itu Fitnah!

Surabaya, IDN Times - Pelaku teror kepala kambing terhadap Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur, Novli Bernado Thyssen meninggalkan petunjuk "Taman Harmoni 01" di sepucuk surat dalam paket terornya. Taman Harmoni sendiri adalah tempat di mana pasangan Eri Cahyadi-Armuji (ERJI) melangusngkan deklarasi. Sementara 01 merupakan nomor urut pasangan ERJI. Tim ERJI pun membantah telah mengirimkan paket teror tersebut.
1. Tim ERJI bantah kirim teror
Juru bicara Paslon ERJI, Achmad Hidayat mengatakan bahwa pencatutan identitas ERJI pada paket teror tersebut adalah fitnah. Ia membantah bahwa pihaknya lah yang mengirimkan kepala kambing beserta surat berisi ancaman kepada Novli.
"Itu fitnah!" tegas politisi muda ini kepada IDN Times, Senin (7/12/2020).
Achmad mengatakan, pihaknya merasa tak perlu mengancam apalagi meneror Novli. Pasalnya saat ini mereka tengah fokus untuk mempertahankan suara dalam masa tenang kampanye. Apalagi, mayoritas lembaga survei memprediksikan kemenangan mereka di Pilkada 2020.
"Kayak gak ada kerjaan ngirim kepala kambing," ungkapnya.
2. Peneror dianggap tak mungkin meninggalkan petunjuk pengirim

Penggalan kepala kambing yang ditemukan di rumah KIPP Jatim. IDN Times/Dok. Istimewa Lebih lanjut, Achmad meyakinkan bahwa ada pihak yang sengaja untuk menjelekkan nama Paslon ERJI dengan cara meneror Novli. Ia mengatakan bahwa tak masuk akal jika seorang peneror memberikan embel-embel petunjuk identitas pengirim kepada targetnya.
"Masak tukang teror menunjukkan clue?" tuturnya.
3. Teror sudah dilaporkan ke polisi

Baliho bergambar Risma yang dipermasalahkan KIPP. IDN Times/Dok. Istimewa Teror kepala kambing ini didapatkan oleh Novri di rumahnya pada Senin (7/12/2020) pagi. Di dalam bungkusan plastik berwarna merah berisi kepala kambing itu juga terdapat sepucuk surat yang bernada ancaman. Novli pun telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya dan menyerahkan penyelidikan sepenuhnya ke kepolisian.
"Kalau tidak mau seperti ini, jangan banyak bicara. Taman Harmoni 01," tutur Novli menirukan isi surat bernada ancaman tersebut.
















