Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Depan Prabowo, KH Hasan Singgung Orang yang “Cari Muka”
Pimpinan Ponpes Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal saat sambutan dalam perayaan 100 tahun Gontor, Sabtu (26/9/2026). Tangkapan Layar Gontor TV
  • KH Hasan Abdullah Sahal menyambut Presiden Prabowo Subianto pada peringatan 100 tahun Gontor di Ponorogo dengan guyonan tentang dirinya yang akan kebingungan bila Presiden tidak hadir.
  • Dalam pidatonya, Kiai Hasan menyinggung fenomena “cari muka” serta berbagai upaya orang mengejar nama, uang, dan jabatan, sembari menegur tepuk tangan hadirin yang dianggap tidak tepat waktu.
  • Kiai Hasan menegaskan Gontor tetap menjadikan pendidikan sebagai jalan membina umat, berkontribusi bagi bangsa, serta membangun sejarah dan peradaban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
19/9/2026

KH Hasan Abdullah Sahal menyambut Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan 100 tahun Gontor di Ponorogo. Ia melontarkan guyonan tentang “cari muka”, mengapresiasi kehadiran Presiden, dan menegaskan komitmen Gontor pada pendidikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan guyonan tentang “cari muka” saat menyambut Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
  • Who?
    KH Hasan Abdullah Sahal, Presiden RI Prabowo Subianto, serta hadirin peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor hadir dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo.
  • When?
    Peringatan 100 tahun Gontor dan penyampaian pidato berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026.
  • Why?
    KH Hasan menyampaikan rasa lega dan apresiasi atas kehadiran Presiden dalam momentum satu abad Gontor, sekaligus menegaskan komitmen pondok pada pendidikan.
  • How?
    Dalam pidato bernuansa santai, KH Hasan melontarkan humor, menanggapi tepuk tangan hadirin, lalu menyampaikan pesan tentang pendidikan, sejarah, dan pengabdian kepada bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kiai Hasan bercanda saat Presiden Prabowo datang ke ulang tahun 100 tahun Gontor di Ponorogo. Ia bilang bingung mau taruh muka kalau Prabowo tidak datang. Ia juga bercanda tentang orang yang cari nama, uang, jabatan, dan muka. Kiai Hasan senang Prabowo hadir. Gontor tetap memilih pendidikan untuk membantu bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dalam suasana peringatan satu abad Gontor, humor KH Hasan Abdullah Sahal memberi ruang kehangatan di tengah pesan yang serius tentang pendidikan, sejarah, dan pengabdian. Kehadiran Presiden Prabowo turut dimaknai sebagai momentum penting, sementara penegasan Gontor untuk tetap memilih pendidikan menunjukkan arah pengabdian yang konsisten bagi umat dan bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ponorogo, IDN Times - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, melontarkan guyonan soal fenomena “cari muka” saat menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan 100 tahun Gontor di Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).

Guyonan itu bermula ketika Kiai Hasan mengungkapkan rasa lega karena Prabowo hadir dalam momentum satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.

Ia mengaku sebelumnya sempat membayangkan bagaimana jika Prabowo tidak datang ke acara tersebut. Dengan nada bercanda, Kiai Hasan mengatakan dirinya akan kebingungan jika Presiden tidak memenuhi harapannya.

“Ngomong sama saya September, otak saya Pak Prabowo. Andai kata Pak Prabowo hari ini gak datang, nah ini muka saya, saya taruh di mana?” ujarnya.

Ucapan tersebut kemudian disambung dengan guyonan mengenai orang-orang yang berusaha mengejar berbagai hal dalam kehidupan. “Sekarang banyak orang yang cari muka. Betul, orang gak punya ijazah cari nama, orang gak punya nama cari nama, orang gak punya uang cari uang, orang gak punya jabatan cari jabatan, orang gak punya muka cari muka,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana santai dan kemudian mendapat respons dari hadirin.

Kiai Hasan lantas mengingatkan hadirin agar tidak memberikan tepuk tangan pada setiap bagian pidatonya secara berlebihan. Ia bahkan kembali menyelipkan candaan ketika tepuk tangan muncul pada waktu yang menurutnya kurang tepat.

“Ini kok tepuk tangan, tepuk tangan tidak pada waktunya,” katanya.

Dalam pidato yang sama, Kiai Hasan juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Prabowo dalam peringatan 100 tahun Gontor. Ia menyebut kedatangan Presiden menjadi momentum penting bagi pondok yang telah melewati perjalanan panjang sejak berdiri.

Kiai Hasan kemudian mengaitkan perjalanan tersebut dengan komitmen Gontor terhadap pendidikan. Ia menegaskan bahwa Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan untuk membina umat dan berkontribusi bagi bangsa. “Kami tetap memilih pendidikan, Bapak Presiden,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Gontor tidak hanya ingin belajar dari sejarah, tetapi berupaya membangun sejarah dan peradaban melalui pendidikan. “Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah. Tidak menyerah pada sejarah,” tegasnya.

Peringatan 100 tahun Gontor pun berlangsung dengan suasana yang tidak sepenuhnya formal. Di sela-sela pesan mengenai pendidikan, sejarah, dan pengabdian kepada bangsa, Kiai Hasan beberapa kali menyelipkan humor yang membuat suasana acara lebih cair.

Curated For You

Editorial Team

Related Article