Malang, IDN Times - Ratusan warga melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Perum Jasa Tirta (PJT) I Desa Larangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/8/2026) pagi. Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan PJT I yang memutuskan menutup akses Gerbang Bendungan Lahor untuk kendaraan roda 4.
Demo Portal Bendungan Lahor Memanas

1. Pejabat PJT I tidak ada yang menemui massa, membuat demo memanas
Aksi demonstrasi yang digelar sejak pukul 10.00 WIB ini menuntut agar pimpinan PJT I untuk menemui aksi massa. Namun, hingga pukul 12.00 WIB belum ada satupun pimpinan PJT I yang menemui demonstran, menyebabkan aksi sempat memanas hingga terjadi aksi dorong dengan pihak kepolisian.
"Kami sudah muak dengan mediasi, kamu mau Kepala PJT turun langsung menemui kami. Saya mau Kepala PJT untuk langsung mencabut keputusan penutupan gerbang Bendungan Lahor," ujar Pimpinan Aksi, Hadi Wiyono alias Dur.
Aksi ini juga diwarnai dengan aksi pembakaran ban, membuat aksi ini semakin memanas. Sempat ada permintaan sebanyak 10 perwakilan aksi untuk mediasi di dalam gedung, tapi permintaan ini ditolak.
2. Massa menuntut agar Gerbang Bendungan Lahor gratis
Dur menegaskan jika mereka sudah tidak lagi mau mediasi dengan PJT I, pasalnya mereka merasa selalu dibohongi. Oleh karena, mereka menuntut agar Gerbang Bendungan Lahor yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar dibuka secara gratis.
"PJT kamrin berjanji hasil untuk masyarakat, tapi nyatanya bohong. Sekarang malah ditutup, ini namanya membunuh masyarakat yang memanfaatkan jalan ini," tegasnya.
3. PJT I janji akan menemui massa pukul 13.15 WIB
Perwakilan PJT I, Agus menyampaikan jika akhirnya pihak pimpinan PJT I akan menemui aksi massa. Oleh karena itu ia meminta agar massa bersabar.
"Susah ada kabar baik, dari pimpinan direksi kami akan menemui pukul 13.15 WIB. Karena masih perjalanan ke sini, jadi mohon tunggu," pungkasnya.