Sidoarjo, IDN Times - Sebelum menerima makanan dari Makan Siang Gratis (MBG), Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo telah menyediakan makan sendiri untuk para santri. Tetapi, selama puluhan tahun sejak pondok tersebut ada, santri tak pernah mengalami keracunan.
Waka Kesiswaan Madrasah Aliyah (MA) Manbaul Hikam, Sidoarjo, Labiburrahman mengatakan, sebelum ada MBG santri mendapat dua kali makan pagi dan sore. Setelah ada MBG, kini mereka mendapat makan tiga kali, pagi, siang dan sore.
"Kalau dari pondok itu jam pagi jam 7 dan sore jam 6," ujarnya ditemui di Pondok Pesantren.
Makanan tersebut dimasak oleh warga sekitar. Pihak yang mengelolah makanan berbeda-beda untuk setiap asrama santri.
"Jadi, ada per asrama, ada per tempat itu misal kayak di salah satu tempat asrama ini. Itu kan ada sekitar 300 anak. Untuk 300 anak ini ada enam orang yang masak berbeda-beda. Nah, jadi dari situ aman,"
Pendistribusiannya pun cepat dan langsung. Sebab, dapur berada tak jauh dari lingkungan pondok. "Ya dari setelah dimasak pas masih posisi hangat dan sebagainya langsung di bawa ke sini, langsung dibagikan," ungkap dia.
Setiap siswa juga mendapatkan satu porsi makanan. Sistem pembagian makanan dilakukan dengan prasmanan, sehingga bila ada siswa tak suka salah satu lauk, tak perlu mengambilnya. "Per anak mendapat satu porsi, Dan itu fresh langsung dari tempatnya," ucapnya.
Porsi yang disediakan pun mencapai ribuan. Selama ini, para santri tak pernah mengalami keluhan usai makan dari makanan yang disediakan pondok. "Alhamdulillah (santri selama ini) enggak pernah mengalami (keluhan)," pungkas dia.
Seperti diketahui, pada Selasa (1/9/2026), ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin Sidoarjo mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mereka rata-rata mengeluhkan mual hingga pusing. Data hingga Rabu (2/9/2026) mencatat setidaknya 567 santri mengalami keracunan. Mereka dirawat di delapan rumah sakit. Sebagian sudah pulang, sisanya masih menjalani perawatan.
