Surabaya, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mengklaim belum ada kasus terkonfirmasi campak di Jatim. Meski begitu, awal tahun ini, Januarin- Maret 2026, ada yang terdeteksi 1.161 kasus suspek campak.
Kepala Dinkes Jatim, dr. Erwin Astha Triyono, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang penyebarannya sangat cepat melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin.
Untuk itu, masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit.
Selain itu, imunisasi campak rubela menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penularan, terutama bagi bayi, balita, hingga anak usia sekolah. “Pencegahan harus dilakukan sejak dini, salah satunya dengan imunisasi sesuai usia,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dinkes juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam di atas 38 derajat Celsius, ruam kulit, batuk, pilek, dan mata merah.
"Dalam penanganannya, pasien campak akan diberikan terapi vitamin A dua dosis sesuai usia, disertai isolasi dan pengobatan simptomatis untuk mencegah penularan lebih luas," pungkasnya.
