Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belanja Program Nonprioritas Direm, Anggaran Program Presiden Dikebut
Kepala Kanwil DJPb Jatim, Saiful Islam. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Kanwil DJPb Kemenkeu Jatim memperketat pemantauan belanja menjelang akhir 2026, dengan menekan program nonprioritas dan mendorong program strategis nasional Presiden Prabowo tetap berjalan.

  • Anggaran program prioritas yang sudah dialokasikan kepada kementerian dan lembaga didorong terserap optimal sesuai target keluaran, meski penyerapan anggaran secara umum disebut lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.

  • Hingga September 2026, APBN Jatim mendukung pendidikan Rp27,50 triliun, bansos Rp8,77 triliun, Sekolah Rakyat terealisasi 95,6 persen, serta kredit program Rp44,99 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 September 2026

Dukungan APBN di Jawa Timur untuk fungsi pendidikan mencapai Rp27,50 triliun. Realisasi belanja pemerintah pusat untuk fungsi kesehatan mencapai Rp2,21 triliun.

akhir September 2026

Belanja bantuan sosial di Jawa Timur mencapai Rp8,77 triliun. Pembangunan Sekolah Rakyat mencatat realisasi Rp3,68 triliun atau 95,6 persen dari pagu.

September 2026

Penyaluran kredit program di Jawa Timur mencapai Rp44,99 triliun, terdiri atas KUR Rp43,23 triliun dan pembiayaan UMi Rp1,76 triliun.

28 Oktober 2026

DJPb Kemenkeu Jawa Timur menyatakan belanja program nonprioritas terus dimonitor dan diupayakan direm. Anggaran program prioritas nasional didorong dibelanjakan optimal sesuai target keluaran.

menjelang akhir 2026

DJPb Kemenkeu Jawa Timur memperketat pemantauan belanja pemerintah. Langkah ini diarahkan agar APBN mendukung program strategis nasional.

akhir tahun

Program prioritas nasional didorong tetap berjalan hingga akhir tahun. Belanja nonprioritas tetap dipantau agar penggunaan APBN lebih terarah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kanwil DJPb Kementerian Keuangan Jawa Timur memperketat pemantauan belanja APBN, merem program nonprioritas nasional, dan mendorong percepatan belanja program prioritas nasional hingga akhir 2026.
  • Who?
    Kanwil DJPb Kemenkeu Jawa Timur dipimpin Saiful Islam, kementerian dan lembaga pelaksana program, serta pemerintah pusat terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaan belanja APBN.
  • Where?
    Pemantauan dan pelaksanaan belanja berlangsung di Jawa Timur, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, subsidi pupuk, Sekolah Rakyat, serta pembiayaan usaha mikro dan kecil.
  • When?
    Saiful Islam menyampaikan kebijakan tersebut di Surabaya pada Rabu, 28 Oktober 2026. Data realisasi anggaran dan penyaluran kredit tercatat hingga 30 September 2026.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan agar APBN mendukung program strategis nasional, termasuk prioritas Presiden Prabowo Subianto, serta memastikan belanja pemerintah mencapai target keluaran yang telah ditetapkan.
  • How?
    DJPb memonitor belanja nonprioritas untuk dikendalikan, sementara kementerian dan lembaga didorong membelanjakan alokasi program prioritas secara optimal dengan pengawasan dan pengendalian hingga akhir tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah di Jawa Timur mengurangi uang untuk program yang bukan utama. Uang untuk program utama Presiden Prabowo tetap didorong dipakai sampai akhir tahun. Saiful Islam dari Kementerian Keuangan mengawasi ini. Uang negara dipakai untuk sekolah, kesehatan, bantuan sosial, pupuk, dan usaha kecil. Sekarang, banyak uang program utama sudah dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengetatan belanja nonprioritas di Jawa Timur memberi ruang bagi APBN untuk lebih terarah pada program yang telah memiliki target keluaran, sambil menjaga pelaksanaannya hingga akhir tahun. Dengan penyerapan yang disebut kian akseleratif, dukungan bagi pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, Sekolah Rakyat, serta pembiayaan usaha kecil menunjukkan prioritas strategis tetap memperoleh perhatian nyata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Jawa Timur (Jatim) memperketat pemantauan belanja pemerintah menjelang akhir 2026. Belanja program yang tidak masuk daftar prioritas nasional terus dimonitor dan diupayakan untuk direm, sedangkan anggaran program prioritas nasional didorong tetap berjalan hingga akhir tahun.

Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Jatim, Saiful Islam mengatakan, langkah ini dilakukan agar anggaran negara benar-benar mendukung program strategis nasional yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk yang tidak masuk kategori prioritas nasional, ini yang terus kita monitor dan kita upayakan untuk dilakukan seperti pengereman. Tapi yang masuk dalam daftar prioritas nasional, kita dorong untuk tetap dilanjutkan sampai akhir tahun,” ujarnya kepada IDN Times, Rabu (28/10/2026).

Saiful menekankan, anggaran untuk program strategis nasional telah dialokasikan kepada kementerian dan lembaga pelaksana. Pemerintah pun mendorong agar anggaran tersebut dibelanjakan secara optimal dengan tetap mengacu pada target keluaran atau output yang telah ditentukan sejak awal.

Ia menyebut penyerapan anggaran secara umum menunjukkan akselerasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan belanja pemerintah berjalan sesuai prioritas dan memberikan hasil sesuai sasaran.

“Karena masuk dalam program strategis nasional, alokasi anggarannya sudah disediakan. Kementerian/lembaga yang menjalankan program dan memperoleh alokasi itu kita dorong untuk secara optimal membelanjakan, sehingga program-program prioritas nasional yang sudah dialokasikan anggarannya bisa terlaksana,” katanya.

Di Jatim, dukungan APBN mencakup sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, subsidi pupuk, hingga pembiayaan usaha mikro dan kecil. Hingga 30 September 2026, dukungan APBN untuk fungsi pendidikan mencapai Rp27,50 triliun, sedangkan realisasi belanja pemerintah pusat untuk fungsi kesehatan mencapai Rp2,21 triliun.

Belanja bantuan sosial juga telah mencapai Rp8,77 triliun hingga akhir September 2026. Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur mencatat realisasi anggaran Rp3,68 triliun atau 95,6 persen dari pagu Rp3,85 triliun.

Di sektor pembiayaan usaha, penyaluran kredit program di Jatim mencapai Rp44,99 triliun hingga September 2026, terdiri atas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp43,23 triliun dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp1,76 triliun.

Saiful menegaskan, percepatan belanja program prioritas harus tetap berorientasi pada target yang telah ditetapkan. Menurutnya, pengawasan dan pengendalian diharapkan pelaksanaan program strategis nasional di Jatim dapat berjalan hingga akhir tahun, sementara belanja nonprioritas tetap dipantau agar penggunaan APBN lebih terarah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article