Surabaya, IDN Times - Tubuh mungil GGF (3 bulan) terlihat anteng di pangkuan Joeari Ira Agustin (46) warga Bratang Gede gang II nomor 14 Surabaya. Subuh tadi, Selasa (16/7/2025) dia ditemukan oleh Kakak Ira di depan rumahnya.
Ira bilang, tubuh mungil itu menangis tipis kala kakak Ira pertama kali melihat GGF di depan pintu. Pipinya penuh bintik merah bekas digigit nyamuk.
"Tadi ditemukan di depan pintu, jam setengah 5 pagi, saya itu jam 3 pagi sudah bangun tapi gak ada tangisan. Pas setelah salat subuh, kakak saya buka pintu terus teriak ada bayi," ujar Ira ditemui IDN Times.
Terselip sepucuk surat di antara tubuh GGF. Isi surat tersebut, orangtua GGF megakui ekonominya tak stabil sehingga meminta agar pemilik rumah merawat GGF dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri.
"Assalammualaikum, Bapak/Ibu yang ada di rumah ini, saya titip bayi perempuan ini yang bernama GGF dengan tanggal lahir 28 April 2024. Saya mohon dirawat seperti anak sendiri dan jangan diberikan ke orang lain atau pihak berwajib karena ekonomi saya belum setabil, saya belum imunisasi anak saya. Mohon jaga amanah ini semoga Allah yang membalas kebaikan bapak dan ibu," isi surat tersebut. Tak cuma sepucuk surat, orangtua GGF juga meletakkan seperangkat alat bayi seperi popok, susu, hingga baju-baju.
Ira kemudian bergegas melaporkan ke RT setempat . RT lalu melapor ke kepolisian dan kelurahan setempat.
"Saya gendong, saya bawa ke pak RT, pak RT mungkin RT lapor ke polisi ke kelurahan, akhirnya banyak yang ke sini," ungkap dia.
Sejak awal melihat mata imut GGF, Ira sudah jatuh hati pada bayi yang lahir 28 April 2024 itu. Ia pun berniat untuk merawat GGF.
"Iya rencananya mau saya adopsi," ungkap Ira.
Sayangnya, prosedur merawat anak seperti GGF tak mudah. Sebab, GGF merupakan anak negara yang harus dirawat oleh negara.
"Menurut prosedurnya ini kan anak negara karena terlantar, prosedurnya harus ditangani Dinsos dulu," ujar dia.
Meski harus melalui prosedur yang panjang, Ira bersedia mengurus agar GGF bisa ia rawat. Sebab, Ira tak memiliki anak kandung meski sudah 15 tahun menikah. Ira memiliki anak angkat yang kini berusia 3 bulan.
"Kalau saya wajib lapor, ya saya akan wajib lapor, saya adopsi ya saya adopsi, jalurnya gimana, tapi satu yang saya minta anak ini tetap di rumah ini," ungkap dia.
Ira bilang, GGF dibawa ke RS Haji Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Kondisi GGF baik dan sehat.
"Ini tadi dari RS Haji, katanya (kondisi GGF) sehat saya semua," kata dia.
Menurutnya, orangtua GGF telah mengenal Ira. Sebab, Ira dikenal masyarakat sekitar sebagai orang yang dermawan.
"Mungkin orangtuanya kenal saya, saya kan juga jual perancangan," sebutnya.
Sangking senangnya, Ira membelikan sejumlah perhiasan untuk GGF. Ia akan merawat GGF dengan penuh kasih sayang.
"Ini tadi harus dibawa ke Polsek Wonokromo, terus saya mampir beli giwang (anting), gelang dan ali-ali (cincin)" ucapnya.
Meski nantinya GGF dirawat oleh Ira, Ira tak masalah jika suatu hari nanti orang tua GGF datang untuk menjemput. Ira Ikhlas merawat GGF.
"Kalau mau diambil gak papa, saya ikhlas, saya kan juga perempuan, saya bantu ngerawat," pungkas dia.
