Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

9 Pendaki Ilegal Gunung Kawi Tersesat, 1 Orang Sempat Drop

Kab. Malang
2 min read
9 Pendaki Ilegal Gunung Kawi Tersesat, 1 Orang Sempat Drop
Proses evakuasi 9 pendaki ilegal Gunung Kawi. (Dok. Humas Polres Malang)
  • Sembilan pendaki melakukan pendakian religi tanpa izin di Gunung Kawi yang masih ditutup akibat karhutla, lalu tersesat di kawasan Pos 4 atau Puncak Batu Tulis.

  • Tujuh pendaki dievakuasi lebih dulu dan tiba di Posko Pendakian Mandiri Merkusi, sedangkan D mengalami sakit perut, sesak napas, serta memiliki riwayat penyakit jantung.

  • Evakuasi D dan ayahnya, K, berlangsung dengan tim medis, tandu, logistik, dan koordinasi lintas instansi di medan curam, gelap, berkabut, serta berasap; keduanya selamat turun Rabu malam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Malang, IDN Times - Pendakian Gunung Kawi sampai saat ini masih ditutup karena adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun demikian, masih saja ada pendaki yang nekat melakukan perjalanan meskipun beresiko tinggi. Dilaporkan ada 9 orang pendaki yang dilaporkan tersesat saat memasuki kawasan Pos 4 atau Puncak Batu Tulis, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang sejak Selasa (29/9/2026).

  1. 1. Polisi mengungkapkan jika ke-9 pendaki melakukan pendakian religi tanpa ijin

    Petugas mengevakuasi sembilan pendaki ilegal dari kawasan Gunung Kawi di Kabupaten Malang.
    Proses evakuasi 9 pendaki ilegal Gunung Kawi. (Dok. Humas Polres Malang)

    Kasihumas Polres Malang, AKP Budiono mengungkapkan jika ke-9 pendaki ini melakukan pendakian religi tanpa izin, padahal pendakian Gunung Kawi sudah dilarang karena adanya karhutla. Benar saja, setibanya di Pos 4 atau kawasan Puncak Batu Tulis mereka kehilangan arah. Untungnya salah satu pendaki berhasil menghubungi keluarganya sehingga langsung dilakukan operasi pencarian sejak Rabu (30/9/2026) sore.

    "Awalnya baru 7 pendaki yang berhasil dibawa turun, sementara 2 lainnya masih berada di Pos 4. Kedua pendaki tersebut adalah D (40) dan ayahnya, K (60), warga Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. D dilaporkan mengalami sakit perut dan sesak napas serta memiliki riwayat penyakit jantung. Sementara K dalam kondisi sehat dan memilih tetap mendampingi anaknya," terangnya pada Kamis (1/10/2026).

  2. 2. Proses evakuasi berjalan dramatis karena kondisi medan yang curam dan gelap

    Petugas mengevakuasi sembilan pendaki ilegal dari Gunung Kawi dalam operasi penyelamatan oleh Polres Malang.
    Proses evakuasi 9 pendaki ilegal Gunung Kawi. (Dok. Humas Polres Malang)

    Budiono menceritakan kalau proses evakuasi para pendaki di tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya kondisi medan yang curam dan penglihatan yang terbatas pada malam hari, kawasan tersebut juga berkabut dan masih terdapat asap sisa kebakaran hutan.

    "Keselamatan pendaki maupun petugas harus menjadi pertimbangan. Kondisi medan, cuaca dan jarak tempuh membuat proses evakuasi pada malam hari memiliki risiko," jelasnya.

    Ketujuh pendaki akhirnya tiba di Posko Pendakian Mandiri Merkusi sekitar pukul 18.15 WIB. Mereka langsung diperiksa tim medis Puskesmas Wagir.

  3. 3. D dan K berhasil dievakuasi setelah tim medis ikut naik ke Pos 4

    Petugas mengevakuasi sembilan pendaki ilegal dari kawasan Gunung Kawi dalam operasi penyelamatan di Kabupaten Malang.
    Proses evakuasi 9 pendaki ilegal Gunung Kawi. (Dok. Humas Polres Malang)

    Sementara untuk evakuasi D dan K tidak bisa berjalan sembarangan, tim evakuasi kembali naik dengan membawa logistik, tandu, dan obat-obatan ke Pos 4. Petugas di posko juga berkoordinasi dengan Basarnas, Puskesmas Wagir, Perhutani, Muspika Wagir, dan relawan. Untungnya, evakuasi keduanya berjalan lancar sehingga D dan K bisa turun pada Rabu malam dengan selamat.

    "Jangan sampai niat melakukan kegiatan di kawasan pendakian justru membahayakan diri sendiri dan menyulitkan petugas. Masyarakat kami minta menunggu sampai kondisi dinyatakan aman dan pendakian dibuka kembali," pungkas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More