Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Balita 1,5 Tahun Tenggelam, Ditemukan Meninggal 13 Km dari Lokasi
Proses evakuasi balita meninggal di Sidoarjo. Dok. Kantor SAR Surabaya.
  • Balita 1,5 tahun yang tenggelam di Sungai Desa Kalidawir, Sidoarjo, ditemukan meninggal dunia pada hari kelima pencarian oleh tim SAR gabungan.
  • Korban ditemukan sekitar 13 kilometer dari titik awal dugaan tenggelam setelah proses penyisiran sungai dilakukan secara bertahap dan intensif.
  • Pencarian melibatkan Basarnas Surabaya, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat dengan koordinasi lintas instansi yang berjalan baik hingga korban berhasil dievakuasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sidoarjo, IDN Times - Pencarian balita berusia 1,5 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kelima pencarian, Minggu (12/4/2026).

Peristiwa ini bermula saat korban diduga terjatuh ke aliran sungai di sekitar permukiman warga. Sejak saat itu, tim SAR gabungan langsung melakukan upaya pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai hingga ke hilir.

Proses pencarian dilakukan secara bertahap dengan memperluas area pencarian seiring derasnya arus sungai yang berpotensi membawa korban menjauh dari titik awal kejadian.

Memasuki hari kelima, tim akhirnya menemukan korban sekitar pukul 10.30 WIB. Komandan Tim Basarnas Surabaya, Candra Kristyawan, menyampaikan bahwa korban ditemukan sejauh kurang lebih 13 kilometer dari titik dugaan awal tenggelam.

“Jarak penemuan korban dengan titik duga lokasi kejadian sejauh 13 kilometer,” ujarnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

Pencarian ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas Surabaya, BPBD Kabupaten Sidoarjo, BPBD Jatim, TNI, Polri, perangkat desa, hingga sejumlah relawan dan warga setempat yang turut membantu proses pencarian sejak hari pertama.

"Kordinasi lintas instansi berjalan dengan baik selama operasi berlangsung, sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan," pungkasnya.

Editorial Team