Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anjlok di Bumiayu, 6 KA Menuju Surabaya dan Malang Terlambat Datang
Kereta api Bangunkarta anjlok di emplasemen Bumiayu, menyebabkan jalur hulu dan hilir lumpuh total. PT Kereta Api Indonesia langsung mengerahkan tim tanggap darurat serta menyiapkan bus untuk evakuasi penumpang., Senin (6/4/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Enam kereta tujuan Surabaya dan Malang mengalami keterlambatan 43–316 menit akibat anjlokan KA Bangunkarta di Stasiun Bumiayu pada Senin, 6 April 2026.
  • KAI Daop 8 Surabaya memastikan keberangkatan dari wilayahnya tetap tepat waktu, namun perjalanan menuju Surabaya dan Malang harus menempuh jalur alternatif yang memperpanjang waktu tempuh.
  • KAI memprioritaskan keselamatan serta melakukan koordinasi lintas unit untuk percepatan normalisasi jalur, sambil menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sebanyak enam Kereta Api (KA) menuju Surabaya dan Malang mengalami keterlambatan imbas insiden kereta Bangunkarta relasi Jombang - Pasarsenen yang anjlok di Bumiayu pada Senin (6/4/2026). Enam kereta yang terlambat itu, adalah perjalanan pada Selasa (7/4/2026) dengan estimasi keterlambatan sekitar 43-316 menit.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan bahwa seluruh perjalanan KA yang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 8, seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang, tetap diberangkatkan tepat waktu dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pelanggan.

Meskipun demikian, untuk perjalanan KA yang datang menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami penyesuaian waktu tempuh. Hal ini merupakan dampak dari insiden yg dialami KA Bangunkarta relasi Jombang - Pasarsenen yang terjadi di emplasemen Stasiun Bumiayu, yang menyebabkan adanya rekayasa pola operasi berupa perjalanan memutar melalui jalur alternatif, sehingga menambah waktu tempuh perjalanan.

"KAI Daop 8 Surabaya mencatat bahwa rata-rata keterlambatan perjalanan KA yang menuju wilayahnya berkisar antara 43 menit hingga 316 menit, tergantung pada lintas operasional dan antrean perjalanan KA di jalur alternatif. Meski demikian, KAI terus berupaya melakukan pengaturan perjalanan secara optimal agar dampak keterlambatan dapat diminimalkan," ungkap Mahendro.

Adapun KA yang mengalami keterlambatan yakni, KA Gayabaru Malam Selatan (90) relasi Stasiun Pasarsenen - Stasiun Surabaya Gubeng terlambat 316 menit, KA Bima (8) relasi Stasiun Gambir - Stasiun Surabaya Gubeng terlambat 127 menit, KA Jayakarta (252B) relasi Stasiun Pasarsenen - Stasiun Surabaya Gubeng terlambat 43 menit

Kemudian, KA Brawijaya (38) relasi Stasiun Gambir - Stasiun Malang terlambat 168 menit, KA Majapahit (246B) relasi Stasiun Pasarsenen - Stasiu Malang terlambat 152 menit dan KA Gajayana (36) relasi Stasiun Gambir - Stasiun Malang terlambat 124 menit.

KAI memastikan bahwa seluruh upaya penanganan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. Koordinasi lintas unit dan dengan pihak terkait terus dilakukan guna mempercepat proses normalisasi jalur.

"KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat kondisi ini. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pelanggan atas kesabaran dan pengertian yang diberikan selama masa penanganan berlangsung," pungkas Mahendro.

Editorial Team