Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Kompi Pertanian hingga Kesehatan di Markas Batalyon TP Magetan
Personel Yon TP melakukan pembenahan infrastruktur di dalam markas. IDN Times/Riyanto.
  • Yonif TP 529/SBA di Magetan masih memprioritaskan pembenahan pangkalan, sambil berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan Forkopimca sebelum menjalankan program teritorial secara luas.
  • Batalyon memiliki kompi senapan, pertanian, kesehatan, konstruksi, dan peternakan; masing-masing sekitar 135 personel yang akan dikerahkan sesuai konsep serta kebutuhan wilayah.
  • Program pertanian belum berjalan akibat kendala pengairan, sementara personel telah menggelar kegiatan sekolah dan disiapkan bersinergi dengan pemda untuk program pembangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times - Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 529/Satria Bumi Aksara (SBA) di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mulai menyiapkan sejumlah program yang nantinya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Namun, untuk saat ini aktivitas personel masih berfokus pada pembenahan pangkalan. Di sela persiapan tersebut, personel mulai melakukan anjangsana dan komunikasi dengan tokoh masyarakat serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca).

Komandan Kompi (Danki), Kapten Infanteri Pramuji Bambang mengatakan, pembenahan pangkalan menjadi prioritas sebelum personel menjalankan program sesuai bidang masing-masing.

"Sementara kita masih pembenahan pangkalan, Mas. Kita fokus ke situ dulu. Sambil anjangsana ke tokoh-tokoh dan Forkopimca," ujarnya usai senam bareng dengan para siswa di SDN Bungkuk, Jumat pagi, (18/9/2026).

1. Punya kompi pertanian hingga kesehatan

Yon TP Magetan punya kompi pertanian hingga kesehatan. IDN Times/Riyanto.

Batalyon TP memiliki komposisi personel yang disiapkan untuk mendukung kegiatan teritorial pembangunan. Tidak hanya personel bidang pertahanan, terdapat pula kompi dengan keahlian yang berkaitan dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pramuji menyebut terdapat kompi senapan, kompi pertanian, kompi kesehatan, kompi konstruksi, serta kompi peternakan. Masing-masing kompi beranggotakan sekitar 135 personel dan berada di bawah kepemimpinan seorang perwira berpangkat kapten.

"Komposisi batalyon kami ada mulai kompi senapan, kompi pertanian, kompi kesehatan, kompi seni konstruksi, dan kompi peternakan," katanya.

Personel nantinya akan diarahkan sesuai bidang masing-masing setelah konsep kegiatan selesai disusun.

2. Pertanian masih terkendala pengairan

Sebanyak 471 personel TNI tiba di Batalyon TP di Desa Mategal Kecamatan Parang Magetan. IDN Times/Riyanto.

Salah satu bidang yang disiapkan adalah pertanian. Namun, kegiatan di bidang tersebut belum berjalan karena masih terdapat kendala teknis di lapangan, terutama berkaitan dengan pengairan.

"Pertanian kita masih belum, Mas. Masih kendala di pengairan," ujar Pramuji.

Karena itu, program pertanian masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut sebelum dapat diterapkan.

Batalyon TP, lanjut dia, akan menyusun konsep kegiatan per bidang sehingga program yang dijalankan nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah Magetan.

3. Mulai menyasar lingkungan sekolah

Personil Batalyon TP saat ajak anak anak sekolah senam kesehatan bareng. IDN Times/Riyanto.

Sementara program utama masih dipersiapkan, personel Batalyon TP telah melakukan kegiatan bersama masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.

Salah satunya olahraga dan senam bersama guru serta siswa mulai dari tingkat TK hingga SD.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mengenalkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab kepada anak-anak sejak dini.

"Pembentukan kedisiplinan dan tanggung jawab itu sudah kami aplikasikan, kami tularkan kepada anak-anak," kata Pramuji.

Menurutnya, interaksi antara personel dan pelajar diharapkan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda.

Selain pendidikan, Batalyon TP juga diproyeksikan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam sejumlah program pembangunan, seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Sekolah Rakyat.

Untuk pembangunan fisik, personel dari kompi konstruksi nantinya dapat dilibatkan sesuai kebutuhan dan lokasi yang telah ditentukan.

"Kita berharap pemerintah daerah bisa mensinergikan dengan program-program pemerintah. Dengan adanya anggota Batalyon TP, bisa membantu meningkatkan atau mempercepat program tersebut," tuturnya.

Saat ini, seluruh personel masih dalam tahap persiapan. Pembenahan pangkalan, komunikasi dengan tokoh masyarakat dan Forkopimca, serta penyusunan konsep kegiatan menjadi langkah awal sebelum Batalyon TP menjalankan program secara lebih luas di Magetan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article