Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5.000 Gerai KDKMP Jatim Belum Sepenuhnya Beroperasi, Ini Kendalanya
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa saat diwawancarai di ruang kerjanya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Sebanyak 5.000 gerai KDKMP di Jawa Timur belum beroperasi penuh karena menunggu verifikasi dan validasi fisik bangunan sebelum aset diserahkan kepada koperasi serta pemerintah desa atau kelurahan.
  • Tim verval di tiap kabupaten/kota akan memeriksa kondisi bangunan dan fasilitas dasar; dari sekitar 5.000 gerai yang berdiri, baru 630 unit telah diresmikan secara nasional.
  • Pemerintah menyiapkan kemitraan KDKMP dengan distributor dan toko kelontong lokal, sementara penempatan manajer masih menunggu penugasan BUMN setelah proses verifikasi dan serah terima selesai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat ini

Pemerintah Jawa Timur memfokuskan verifikasi dan validasi fisik sekitar 5.000 gerai KDKMP. Operasional penuh masih menunggu penyelesaian proses ini dan serah terima aset.

bulan ini

Verifikasi dan validasi bangunan gerai KDKMP diharapkan selesai. Tim verval kabupaten/kota akan melakukan pengecekan setelah SK tim keluar.

Minggu (20/9/2026)

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa menyampaikan percepatan verval menjadi pekerjaan pemerintah daerah. Baru 630 dari sekitar 5.000 gerai telah diresmikan secara nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sekitar 5.000 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur belum sepenuhnya beroperasi karena masih menjalani verifikasi dan validasi fisik bangunan sebelum serah terima aset.
  • Who?
    Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, tim verifikasi kabupaten/kota, PT Agrinas, pengurus KDKMP, kepala desa atau kelurahan, serta BUMN perekrut manajer gerai terlibat dalam tahapan operasional.
  • Where?
    Gerai KDKMP berada di berbagai desa dan kelurahan di Jawa Timur; pemeriksaan fisik dilaksanakan oleh tim yang dibentuk di masing-masing kabupaten dan kota.
  • When?
    Per 20 September 2026, proses verifikasi dan validasi masih berlangsung. Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur menargetkan pemeriksaan seluruh gerai dapat selesai pada bulan tersebut.
  • Why?
    Operasional belum penuh karena bangunan harus dipastikan memenuhi standar kelayakan, aset belum seluruhnya diserahterimakan, dan penempatan manajer gerai masih menunggu penugasan resmi dari BUMN.
  • How?
    Tim kabupaten/kota memeriksa bangunan dengan checklist standar, termasuk pintu, kelayakan gedung, dan fasilitas dasar. Hasilnya menjadi dasar serah terima dari PT Agrinas kepada pengurus KDKMP dan kepala desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Timur ada 5.000 toko koperasi desa yang sudah dibangun, tapi belum semua bisa dipakai. Pak Endy bilang bangunannya masih diperiksa, seperti pintu dan fasilitasnya. Baru 630 toko diresmikan. Setelah selesai diperiksa dan diserahkan, toko bisa dibuka. Toko ini juga mau bekerja bersama warung kecil di sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Proses verifikasi yang sedang dipercepat menunjukkan upaya memastikan ribuan gerai KDKMP siap digunakan dengan standar bangunan yang layak. Kehadirannya juga dirancang untuk tumbuh bersama distributor dan toko kelontong setempat, sehingga setelah serah terima aset, koperasi berpeluang memperkuat perdagangan desa melalui distribusi yang lebih terintegrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 5.000 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah berdiri di Jawa Timur (Jatim) belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Operasional gerai masih menunggu rampungnya proses verifikasi dan validasi (verval) fisik bangunan sebelum aset diserahterimakan kepada pengurus koperasi dan pemerintah desa/kelurahan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, verval menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh bangunan gerai memenuhi standar kelayakan sebelum digunakan untuk kegiatan ekonomi.

“Saat ini kami fokus untuk verifikasi dan validasi bangunan gerai. Harapannya bulan ini bisa selesai semua. Beberapa kabupaten/kota sudah menyampaikan SK Tim Verval, dan tim akan bekerja melakukan pengecekan setelah SK keluar,” ujarnya kepada IDN Times, Minggu (20/9/2026).

Proses verval dilakukan oleh tim yang dibentuk di masing-masing kabupaten/kota. Tim akan melakukan pemeriksaan fisik bangunan menggunakan daftar pemeriksaan atau checklist standar, mulai dari kondisi pintu hingga kelayakan gedung dan fasilitas dasar lainnya.

Hasil verifikasi selanjutnya menjadi bagian dari proses menuju serah terima bangunan dari pengembang, PT Agrinas, kepada pengurus KDKMP dan kepala desa selaku pihak pengawas. Setelah proses serah terima selesai, gerai-gerai tersebut diharapkan segera dapat difungsikan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Endy menyebut, dari sekitar 5.000 bangunan gerai KDKMP yang telah berdiri di Jatim, baru 630 unit yang telah diresmikan secara nasional. Kondisi ini membuat percepatan verval menjadi salah satu pekerjaan yang tengah dikejar pemerintah daerah.

“Kami berharap seluruh KDKMP bisa segera beroperasi,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan kehadiran KDKMP tidak diarahkan untuk mematikan usaha yang telah lebih dulu tumbuh di tengah masyarakat. Koperasi justru diharapkan membangun kemitraan dengan distributor dan toko kelontong di sekitar gerai.

Endy menegaskan, ekosistem perdagangan di desa harus dibangun secara bersama-sama sehingga keberadaan koperasi tidak menimbulkan persaingan yang mematikan pelaku usaha lokal.

“Koperasi harus hidup, distributor hidup, toko kelontong juga hidup. Kita wajib menghargai pelaku usaha yang sudah ada,” katanya.

Persoalan kesiapan sumber daya manusia juga masih menjadi bagian dari tahapan menuju operasional penuh. Penempatan manajer gerai KDKMP masih menunggu penugasan resmi dari BUMN yang melakukan proses perekrutan, seiring dengan penyelesaian verifikasi dan validasi bangunan.

Menurut Endy, ketika aset telah diserahterimakan dan pengelolaan gerai berjalan, KDKMP diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi menjadi bagian dari upaya memperpendek rantai distribusi barang kebutuhan masyarakat.

Efisiensi distribusi diharapkan dapat membuat aktivitas perdagangan di desa lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. “Kami optimistis, begitu penyerahan aset rampung, perputaran transaksi ekonomi masyarakat desa di Jawa Timur akan melonjak signifikan,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article