Warga Negara Indonesia (WNI)
Santri mukim minimal 3 tahun berturut-turut di pesantren yang terdaftar di Kemenag (memiliki NSP dan aktif EMIS).
Direkomendasikan oleh pimpinan pesantren.
Memiliki kemampuan bahasa Arab/membaca kitab kuning, serta prestasi akademik/non-akademik.
4 Rekomendasi Beasiswa untuk Santri Kuliah di Perguruan Tinggi

Menjadi santri bukanlah penghalang untuk menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Kini, semakin banyak program beasiswa dan bantuan pendidikan yang secara khusus maupun umum dapat diakses oleh santri, baik dari pemerintah, lembaga pendidikan, maupun organisasi sosial. Dukungan ini membuat akses ke perguruan tinggi semakin terbuka, sekaligus memberi ruang bagi santri untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun non akademik.
Beragam program beasiswa tersebut bahkan memberikan peluang bagi santri untuk meraih gelar Sarjana (S1) dengan skema pendanaan penuh atau sebagian. Dengan adanya dukungan biaya ini, santri dapat lebih fokus menjalani proses pendidikan tanpa terbebani kendala finansial. Oleh karena itu, beasiswa menjadi salah satu jalan strategis bagi santri untuk melanjutkan studi sekaligus memperluas kontribusi di masyarakat. Berikut beberapa rekomendasi beasiswa yang dapat dipertimbangkan oleh para santri.
1. Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)

Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menciptakan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Program ini memberikan kesempatan bagi para santri berprestasi untuk memperoleh dana pendidikan untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi. Para santri berkesempatan kuliah dengan biaya pendidikan penuh sekaligus tambahan biaya hidup/uang saku.
Persyaratan utama:
Apabila berminat untuk mendaftar, kamu bisa mengunjungi laman kemenag.go.id. Ada banyak jurusan yang bisa dipilih oleh para santri mulai dari Fakultas Kedokteran (FK), Kesehatan Masyarakat, Teknik Informatika, Studi Keislaman, dan masih banyak lagi. Sementara itu, tahap seleksi yang harus dihadapi ada seleksi administrasi, tes CBT, dan wawancara.
2. Beasiswa Santri BAZNAS

Beasiswa Santri BAZNAS merupakan program bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk santri kelas 12 MA/sederajat agar dapat melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau favorit. Beasiswa ini mencakup bimbingan belajar, try out, dan biaya pendaftaran, dengan kuota hingga 10.000 santri setidaknya pada tahun 2025. Tujuan beasiswa ini utamanya untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi para santri berprestasi dari segala penjuru pondok pesantren yang ada di nusantara.
Fasilitas yang ditawarkan oleh beasiswa ini berupa bantuan senilai Rp4 juta per santri, yang bisa digunakan untuk bimbingan belajar, biaya pendaftaran SNBT/UM-PTKIN, try out, dan biaya pendukung lain pra kuliah. Menariknya, tiap pondok pesantren dapat mengajukan maksimal 30 santri untuk mendapat bantuan ini. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi sebagai berikut:
Santri aktif kelas 12 MA/sederajat yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Aktif.
Pesantren terdaftar di Kementerian Agama (memiliki NSP).
Diutamakan berprestasi dari kalangan dhuafa, namun santri umum dengan niat kuat melanjutkan ke PTN/Favorit diperbolehkan.
Mendapat rekomendasi dari pimpinan pesantren.
Berakhlak baik dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian program, termasuk bimbingan belajar.
Pas foto, KTP, Kartu Keluarga, dan rapor terakhir.
3. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

Selanjutnya, ada Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang merupakan bantuan pendidikan yang diciptakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Bedanya dengan PBSB, program BIB tak hanya diberikan kepada santri, tetapi juga kepada guru dan dosen di lingkungan Kemenag untuk jenjang S1, S2, dan S3. Selain itu, beasiswa ini juga terbuka untuk perguruan tinggi luar negeri. Yang menarik dari beasiswa ini, komponen beasiswanya sangat lengkap, mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, sementara bagi yang kuliah di luar negeri termasuk biaya tiket pesawat, visa, dan asuransi.
Syarat utama beasiswa ini diberikan kepada pendaftar dengan prestasi akademik maupun non-akademik seperti, juara olimpiade, tahfiz quran, dan preastasi di bidang keagamaan lain. Untuk tahapan seleksinya sendiri meliputi seleksi administrasi, tes skolastik, dan tes wawancara. Juga perhatikan jadwal pendaftaran 1 April-31 Mei, Seleksi Administrasi 1-15 Juni, dan pengumuman akhir Agustus 2026.
4. Beasiswa Santri UII

Universitas Islam Indonesia (UII) membuka jalur seleksi beasiswa khusus santri yang berprestasi. Jalur beasiswa hanya dapat diikuti oleh peserta seleksi lulusan tahun 2025 (hanya bagi yang melakukan pengabdian di Pondok Pesantren) dan lulusan tahun 2026. Terdapat 4 jenis beasiswa, yaitu Beasiswa Santri, Afirmasi, Hafizah Hafiz, dan Atlet & Seni. Pilihan Program Studi Kedokteran ditawarkan pada pola seleksi Beasiswa Afirmasi & Beasiswa Hafizah Hafiz. Syaratnya dengan menyertakan nilai rapor dari semester 1 sampai 5. Selain itu, ada beberapa dokumen lain yang harus disiapkan seperti nilai TOEFL, asesmen diri, esai, dan prestasi.
Cakupan beasiswanya meliputi bebas Uang Kuliah Awal (UKA) dan pembebasan biaya Uang Kuliah Kuartal (UKK), serta akomodasi untuk tinggal di Pondok Pesantren UII (bebas biaya). Dikarenakan akan tinggal di pondok, para penerima beasiswa ini juga akan mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren UII.
Proses seleksi Beasiswa Santri akan dilakukan dalam bentuk Seleksi Berkas dan Ujian Kompetensi. Ujian Kompetensi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dalam 2 sesi, yaitu sesi Tes Tulis (Potensi Akademik, Penguasaan Bahasa Arab, serta Penguasaan Bahasa Inggris) dan sesi wawancara (Psikotes, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Kepesantrenan).


















