Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kabupaten di Jatim Dilanda Banjir: Ada yang Ngungsi

4 Kabupaten di Jatim Dilanda Banjir: Ada yang Ngungsi
Kondisi evakuasi akibat luapan Sungai Butung Waru. Dok. BPBD Jatim
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sejumlah desa/kelurahan di empat kabupaten di Jawa Timur (Jatim) dilanda banjir. Saat ini, perlahan banjir mulai surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun telah terjun untuk menanganinya.

1. Warga Sidoarjo sempat mengungsi ke masjid

Warga mengungsi akibat banjir di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Rabu (7/2/2024). (Dok. Kominfo Pemkab Sidoarjo).
Warga mengungsi akibat banjir di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Rabu (7/2/2024). (Dok. Kominfo Pemkab Sidoarjo).

Berdasarkan data yang didapatkan IDN Times dari BPBD Jatim, banjir luapan Sungai Buntung Waru, Sidoarjo, mulai surut. Banjir yang sempat menggenang Jalan Raya Waru hingga kawasan Aloha dipastikan surut pada Kamis (8/2/2024).

Namun di Jalan Dusun Waru Krajan, Desa Waru, Kecamatan Waru masih banjir dengan ketinggian air 10 - 20 sentimeter. Sementara di rumah warga setempat masig setinggi 30 sentimeter. Tak hanya itu, Jalan Desa Bungurasih juga tergenang 10 - 15 sentimeter. Begitu pula Terminal Purabaya.

"Rumah terdampak banjir di Waru sebanyak 1.733 unit atau 7.104 jiwa," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto tertulis.

Dari ribuan jiwa tersebut, mereka sudah mulai kembali ke rumah masing-masing seiring dengan surutnya air. Total yang mengungsi 104 jiwa. Tersebar di Masjid Al Matin 24 orang, Musala Haji Rois 30 orang dan Gedung Serbaguna Bungurasih sebanyak 50 orang.

"Semua telah mendapatkan permakanan hingga pemeriksaan bagi yang sakit," tegas Gatot.

2. Banjir Gresik banyak merendam perumahan di Menganti

Ilustrasi banjir (IDN Times/Esti Suryani)
Ilustrasi banjir (IDN Times/Esti Suryani)

Sementara di Gresik, banjir di beberapa kawasan dipastikan surut total. Akan tetapi ada sejumlah perumahan khususnya di Kecamatan Menganti masih terendam banjir hingga Kamis (8/2/2024) sore. Lokasi yang masih tergenang antara lain, Perumahan Graha Menganti 2 yan jalan lingkungannya banjir dengan ketinggian genangan air 10-30 sentimeter sepanjang 900 m. Kemudian jalan poros desa ketinggian genangan air 10-30 sentimeter.

Lalu ada, Perumahan Oma Indah Menganti yang jalan poros desanya banjir setinggi 10-30 cm sepanjang 500 meter. Kemudian jalan lingkungan ketinggian genangan air 10-30 cm sepanjang 1.000 meter serta rymah tergenang sebanyak 1.500 unit ketinggian genangan air 5–10 sentimeter.

Lebih lanjut, jalan lingkungan Perum Menganti Emas telah surut, tapi jalan poros desa banjir setinggi 10 – 20 sentimeter sepanjang 900 meter. Serta ada persawahan yang tergenang 30 hektare dan tambak tergenang 10 hektare.

Sedangkan di kecamatan lain yang sempat dilaporkan terdampak banjir telah surut. Yakni Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Cerme. Sementara di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang masih ada beberapa jalan desa tergenang akibat luapan Kali Lamong.

"Kalau yang mengungsi itu ada tiga orang, mereka 1 KK warga Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti. Lokasi pengungsian di Kantor Desa Gempolkurung," kata Gatot.

3. Puluhan rumah masih terendam banjir di Lamongan

Ilustrasi banjir (IDN Times/Nathan Manaloe)
Ilustrasi banjir (IDN Times/Nathan Manaloe)

Selanjutnya ada sebanyak beberapa desa di tiga kecamatan di Lamongan yang kebanjiran, yaitu Kecamatan Babat, Laren dan Maduran. Di Babat ada enam desa/kelurahan terdampak. Antara lain, Patihan, Babat, Banaran, Bedahan, Truni dan Trepan.

"Semua rumah yang sempat terdampak banjir sudah surut. Hanya jalan lingkungan yang tergenang 3 - 7 sentimeter," ujar Gatot.

Kemudian di Kecamatan Laren ada sebanyak delapan desa yang tergenang. Yakni Desa Durikulon, Plangwot, Keduyung, Pesanggrahan, Mojoasen, Siser, Bulutigo dan Laren. Ada puluhan rumah yang masih tergenang ketinggian air 5 - 8 sentimeter.

"Di Maduran ada satu desa, yaitu Desa Parengan. Ada 81 rumah tergenang dengan ketinggian 5-10 sentimeter dan jalan lingkungan ketinggian air 5-10 sentimeter," kata Gatot.

"Agen Bencana Jatim dan BPBD Lamongan telah assessment dan berkoordinasi dengan pemdes setempat di lokasi kejadian. Serta memberi bantuan berupa Gedek guling, Bongkotan, Terpal dan Glangsing," tambah Gatot.

4. Banjir di Jombang berangsur surut, warga beraktivitas normal

Ilustrasi banjir bandang. (freepik.com/pch.vector)
Ilustrasi banjir bandang. (freepik.com/pch.vector)

Sebanyak tiga desa di dua kecamatan, Kabupaten Jombang dilaporkan banjir sejak Rabu (7/2/2024). Banjir ini disebabkan luapan sungai karena hujan di wilayah Kecamatan Kudu dan Ploso.

"Saat ini, tren air berangsur surut, warga masih bisa beraktivitas secara normal," ungkap Gatot.

"Agen Bencana Jatim dan BPBD ombang melakukan assessmen dan koordinasi dengan perangkat desa setempat. BPBD Jombang melakukan monitorng ketinggian genangan air di lokasi," pungkas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah

Latest News Jawa Timur

See More

Harga Tiket Pesawat Makin Sultan, Bus Eksekutif Jadi Incaran

14 Jun 2026, 15:59 WIBNews