200 Siswa SMK Dilibatkan Proyek Kursi Kereta Eksekutif

Madiun, IDN Times – Pihak PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero), DTech Engineering dan SMK PGRI Mejayan meneken perjanjian kerja sama dengan produksi untuk PBL (Project/Product/Problem Base Learning) di Gedung Budi Tjahjono Kampus I Politeknik Negeri Madiun, Rabu (11/5/2022) sore.
Penandatanangan Memorandum of Understanding (MoU) itu menandai akan berlangsungnya proyek pembuatan 440 kursi kereta api eksekutif dengan melibatkan pelajar SMK. Nantinya, tempat duduk itu akan dikerjakan selama 90 hari dengan nilai sekitar Rp 5 miliar.
“Yang benar-benar baru karena adanya katalisator (sesorang atau sesuatu yang dapat mempercepat suatu peristiwa),” kata Direktur Pengembangan PT INKA Agung Sedaju.
1.Melibatkan sekitar 200 siswa SMK

Katalisator dalam PBL ini adalah DTech Engineering yang menjembatani proses produksi PT INKA yang dikerjakan para siswa SMK. Perusahaan riset dan teknologi yang berfokus pada pengembangan teknologi baru itu juga bertugas memantau pekerjaan dalam PBL.
Pemantauan meliputi mentoring, pekerjaan hingga standar produk yang dihasilkan. Adapun siswa SMK yang terlibat dalam proyek ini sekitar 200 orang. Mereka berasal dari lima sekolah, dua dari wilayah Madiun dan tiga lainnya dari Salatiga.
2.Diharapkan mampu memproduksi produk lain

Dalam proyek PBL, Agung melanjutkan, dapat membantu PT INKA untuk pengembangan teknologi atau pekerjaan yang lain. Sebab, pembuatan kursi untuk kereta eksekutif sudah ditangani DTech Engineering dengan melibatkan siswa SMK.
Oleh karena itu, ia berharap PBL dapat dikembangan untuk produk-produk yang lain. Selain itu, juga melibatkan SMK yang lebih banyak. Dengan demikian, pendidikan vokasi dapat berjalan dengan baik sehingga dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul.
3.Bagian dari Kurikulum Merdeka

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto menyatakan bahwa PBL merupakan bagian dari Kurikukum Merdeka. Adapun kerjasama antara PT INKA, DTech Engineering, dan SMK PGRI Mejayan merupakan salah satu aplikasi dari kurikulum baru tersebut.
“Selama ini, baru kerjasama ini yang terkoordinir dengan baik. Bisa dikatakan sebagai pilot project,” ujar Wikan usai menyaksikan penandatangan MoU.
4.Politeknik Negeri Madiun siapkan ruang 1.200 meter persegi

Untuk proses penggarapan proyek atau teaching factory PBL, pihak Politeknik Negeri Madiun telah menyediakan lahan seluas 1.200 meter persegi. Selain itu, ada beberapa hasil riset penelitian oleh dosen yang diperoleh dari skema pendanaan dan akan dimanfaatkan dalam kegiatan PBL.
Salah satu alat hasil Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri Dosen Perguruan Tinggi Vokasi yang dimanfaatkan untuk kegiatan PBL, yaitu mesin Ice Tube Smart. Mesin ini memiliki teknologi quick freezing method berbasis smart relay. Sehingga mampu meminimalisir mekanisme manual untuk peningkatan produksi ice tube.

















