Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2.596 CJH Embarkasi Surabaya Belum Dapatkan Visa
Jemaah haji asal Embarkasi Surabaya saat berada di Bandara Internasional Juanda, Jumat (2/4/2025). (Dok. Bandara Juanda)

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 2.598 Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, belum mendapatkan visa haji. Visa yang belum keluar itu masih dalam proses penerbitan oleh pemerintah Arab Saudi. 

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, visa telah diajukan sejak sebelum keberangkatan jemaah haji. Namun, karena penerbitan visa melayani jemaah dari seluru Indonesia, maka visa jemaah haji Indonesia tidak bisa keluar sekaligus.

"Visa sengguhnya sudah kita ajukan ya, yang reguler itu 17 April 2025 Tetapi tentunya karena tidak hanya melayani Indonesia, tapi juga melayani seluruh dunia. Tentunya tidak bisa kemudian keluar sekaligus ya, secara bertahap," ujarnya, Senin (5/5/2025). 

Bahtiar menyebut, dari total 35.168 calon jemaah haji asal Embarkasi Surabaya, sekitar sebanyak 32.700 lebih jemaah telah mendapatkan visa. Sisanya, belum terbit hingga saat ini. "Alhamdulillah kita sudah di angka kemarin itu sudah di angka 32.700-an visa yang keluar. Hari ini belum saya update, mudah-mudahan sudah ada perkembangan yang signifikan," kata dia. 

Walau begitu, Bahtiar memastikan semua jemaah haji asal Embarkasi Surabaya tetap berangkat. Termasuk jemaah haji yang visanya hingga kini belum terbit. "Insyaallah jemaah yang sudah melunasi dan masuk di reguler maupun cadangan, insyaallah tetap sesuai dengan permen yang sudah diusulkan oleh daerah masing-masing, Insyaallah diberangkatkan. Tinggal menunggu visa keluar," kata dia. 

Kepala Kakanwil Kemenag Jatim ini pun mengimbau kepada seluruh CJH Embarkasi Surabaya agar tetap tenang dan sabar menunggu. Hal ini karena visa diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi. "Saya mengimbau kepada jemaah haji untuk tenang, untuk sabar, karena visa ini keundangannya bukan di Kementerian Agama, tapi di Arab Saudi. Insyaallah saya haqul yakin bisa diberangkatkan semuanya," tuturnya. 

Di samping itu, Bahtiar berharap setiap kelompok terbang tidak ada open seat. Bila ada open seat di setiap kloter, dikhawatirkan di akhir kloter nanti ada jemaah yang tidak terbang.  "Kita berikhtiar bahwa setiap kloter itu tidak ada open seat. Kalau sampai kemudian ada open seat, apalagi banyak itu konsekuensi nanti pada penerbangan akhir bisa jadi kemudian ada jemaah yang tidak terangkut. Nah, ini Kemudian kita ikhtiarkan, tidak boleh ada open seat," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article