Tunggu Stok, Harga Bawang Putih di Kabupaten Madiun Masih Tinggi 

Saat ini harganya masih Rp41-42 ribu per kilogram

Madiun, IDN Times - Berbeda dengan Kota Madiun, harga bawang putih di pasaran Kabupaten Madiun masih relatif tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan petugas Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) setempat nilai beli komoditas itu masih berkisar di antara Rp 41 ribu hingga Rp 42 ribu.

Harga itu merupakan hasil pendataan di dua pasar yang menjadi penyangga pasar lain, yakni Dolopo dan Mejayan Baru. Meski terbilang lebih mahal dibandingkan di Kota Madiun dengan harga Rp 30 ribu, namun penurunan nilai jual di tingkat penjual di wilayah Kabupaten Madiun sudah mengalami penurunan.

Pada Rabu (8/5), harga per kilogram bawang putih Rp45 ribu. Sedangkan sehari setelahnya atau Kamis (9/5), menjadi Rp41 - 42 ribu per kilogram. "Harga di Kota (Madiun) lebih murah karena menerima distribusi dari Pemprov Jawa Timur yang merupakan stok lama," kata Kepala Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Anang Sulistijono, Kamis (9/5).

Baca Juga: Mulai Turun, Harga Bawang Putih di Kota Madiun Rp 35 ribu per Kilogram

1. Bawang putih impor sebanyak 150 kontainer sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak

Tunggu Stok, Harga Bawang Putih di Kabupaten Madiun Masih Tinggi IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Droping bawang putih oleh Pemprov Jatim itu diberlakukan di beberapa daerah tertentu, di antaranya Kota Madiun, Kota Kediri, dan Kota Malang. Sementara wilayah lain seperti Kabupaten Madiun masih menunggu pengiriman yang dimungkinkan tidak akan lama lagi.

"Informasi dari Dinas Perdagangan Jawa Timur, saat ini bawang impor dari Cina sudah ada 150 kontainer yang masih berada di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah pengecekan (oleh petugas bea cukai) maka akan didistribusikan," Anang menjelaskan.

2. Penjualan ke konsumen menunggu koordinasi dengan distributor

Tunggu Stok, Harga Bawang Putih di Kabupaten Madiun Masih Tinggi IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Jatah bawang putih yang bakal diterima Pemkab Madiun diperkirakan lebih dari 5 ton. Itu sesuai dengan permintaan yang dikirim Disperdakop-UM beberapa waktu lalu. Adapun banyaknya mencapai 7 ton." Kemungkinan dua sampai tiga hari ke depan sudah tiba di sini," ujar Anang kepada IDN Times.

Bawang putih itu nantinya akan langsung dijual kepada konsumen. Untuk harga, teknis, dan jadwal pelaksanaannya belum ditentukan. Sebab, masih menunggu koordinasi dengan pihak distributor yang ditunjuk oleh Pemprov Jatim selaku pelaksana.

3. Direncanakan dijual dalam operasi pasar

Tunggu Stok, Harga Bawang Putih di Kabupaten Madiun Masih Tinggi IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Kabupaten Madiun, Agus Suyudi, mengatakan bahwa penjualan bawang putih kemungkinan akan dibarengkan dengan operasi pasar. Kegiatan itu dijadwalkan pada tanggal 16,22, dan 24 bulan ini di dua lokasi pasar tradisional.

Apabila penjualannya melalui pasar murah, maka harga bawang putih mendapatkan subsidi ongkos angkut dari Pemprov Jatim. "Tapi, masih melihat kondisinya nanti. Apakah terlalu lama atau tidak penjualannya dari penerimaan bawang putih," Agus menuturkan.

4. Kenaikan harga yang cukup tinggi dinilai akibat keterlambatan impor

Tunggu Stok, Harga Bawang Putih di Kabupaten Madiun Masih Tinggi IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Menurut dia, kenaikan harga bawang putih yang terjadi beberapa waktu terakhir berlangsung secara nasional. Di pasaran Kabupaten Madiun, harga komoditas itu mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Hingga kemudian mulai berangsur turun.

Agus menilai, kenaikan harga bawang putih karena kelangkaan barang sementara tingkat kebutuhannya tinggi. Hasil panen petani tidak mencukupi permintaan yang meningkat drastis. "Juga karena keterlambatan impor," ucap Agus.

Baca Juga: Disperindag Pastikan 84 Ribu Ton Bawang Putih Masuk ke Pelabuhan Perak

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya