Satu dari Lima PDP Corona yang Dirawat di RSUD Madiun Meninggal 

Seorang di antaranya dinyatakan positif

Madiun, IDN Times - Satu dari lima pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona yang dirawat di RSUD dr Soedono, Kota Madiun meninggal, Jumat siang (20/3). Laki-laki berusia 76 tahun warga Kabupaten Madiun itu mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan di ruang isolasi sekitar 10 jam.

1. Kondisi pasien saat masuk RSUD dinyatakan jelek

Satu dari Lima PDP Corona yang Dirawat di RSUD Madiun Meninggal Ruang isolasi disiapkan untuk mengantisipasi masuknya pasien terduga corona di RSUD dr Soedono Madiun. (IDN Times/Nofika Dian Nugroho)

Ketua Tim Penanganan Pasien Corona RSUD dr. Soedono dr.Bambang Subarno mengatakan, saat masuk pada Kamis malam (19/3), kesadaran pasien itu sudah menurun. Selain itu, leukosit (sel darah putih) dan limfosit (salah satu jenis darah putih)- nya rendah.

"Saat datang ke IRD (instalasi rawat darurat) kesadarannya menurun dan kondisinya jelek sekali. Yang bersangkutan tidak ada riwayat pergi ke mana-mana," kata Bambang kepada wartawan.

2. Spesimen yang bersangkutan masih diuji laboratorium

Satu dari Lima PDP Corona yang Dirawat di RSUD Madiun Meninggal Direktur RSUD dr Soedono, Bangun Trapsila Purwaka. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Direktur RSUD dr Soedono dr. Bangun Trapsila Purwaka mengatakan bahwa seorang pasien yang meninggal itu belum dapat dipastikan sebab kematiannya karena Covid-19 atau bukan. Hingga kini, spesimennya masih diuji di laboratorium Balitbangkes.

"Hasilnya masih seminggu lagi. Karena yang bersangkutan masuk dengan infeksi (darah) yang parah dan kesadarannya menurun, maka dimasukkan sebagai PDP," ujar Bangun.

Baca Juga: Dinkes Ambil Sampel Darah Kerabat Pria yang Meninggal karena Corona

3. Kondisi satu pasien positif corona membaik

Satu dari Lima PDP Corona yang Dirawat di RSUD Madiun Meninggal Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Disinggung tentang kondisi empat PDP lain, Bangun menyatakan, satu di antaranya dinyatakan positif terpapar virus Corona. Ia adalah istri dari pasien positif Corona yang meninggal di Solo, Jawa Tengah dan dimakamkan di Magetan beberapa waktu lalu.
Saat ini, perempuan itu dirawat di ruang isolasi yang terpisah dengan tiga PDP lainnya. "Kondisinya semakin membaik," ujar Bangun.

Adapun indikatornya, seperti suhu tubuh rata-rata 36,7 derajat celsius batuk mulai berkurang. Thorax foto sudah bagus dan kadar oksigen dalam darah (SpO2)-nya normal, yakni 96 persen. Kini tim medis RSUD dr. Soeodono Madiun juga telah mengambil spesimen kedua untuk dilakukan uji laborium di Balitbangkes.

4. Hasil uji laboratorium tiga PDP keluar pekan depan

Satu dari Lima PDP Corona yang Dirawat di RSUD Madiun Meninggal nst.com.my

Selain itu, RSUD dr Soedono juga masih mengisolasi tiga PDP lain. Dua di antaranya berjenis kelamin perempuan asal Ngawi dengan usia 64 tahun dan 25 tahun. Seorang pasien lainnya adalah laki-laki asal Magetan berusia 20 tahun. Ketiganya telah diambil spesimennya, namun hasilnya belum keluar.

“Mungkin hasilnya kalau gak Kamis ya Jumat (pekan depan) . Termasuk spesimen yang tiga PDP itu. Jadi kami masih menunggu itu,” katanya.

Baca Juga: Khotbah Jumat di Madiun Usung Tema Pencegahan Virus Corona 

Topik:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya