Naik 15 Kali Lipat, Manajemen Persebaya Pikir Ulang Main di GBT

Pemkot sebut akan ada diskon spesial untuk Persebaya

Surabaya, IDN Times - Polemik Raperda Retribusi yang tengah digodok oleh Pansus DPRD dan Pemkot Surabaya masih terjadi. Salah satunya yakni terkait sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang diusulkan akan naik sebanyak 15 kali lipat. Mengetahui hal ini, manajemen Persebaya angkat bicara.

Baca Juga: Tarif GBT Naik 15 Kali Lipat, Pansus Akan Panggil Manajemen Persebaya

1. Manajemen selalu bayar stadion sesuai tarif yang berlaku

Naik 15 Kali Lipat, Manajemen Persebaya Pikir Ulang Main di GBTInstagram/officialpersebaya

 

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi mulanya belum mau berkomentar apapun saat ditemui di konferensi pers jelang pertandingan Persebaya Vs Barito Putera di kediaman Wakil Wali Kota Surabaya, Senin (8/7). Ia meminta waktu untuk mengkaji draft raperda yang tertera usulan kenaikan sewa Stadion GBT naik 15 kali lipat.

"Nanti dulu ya, nunggu keterangan resmi dan akan disampaikan Direktur Media Persebaya," ujar Candra.

Selanjutnya, Candra akhirnya mau berkomentar terkait harga miring yang diberikan pemkot untuk Persebaya. Menurutnya, hal tersebut tidak benar karena manajemen selalu membayar sesuai harga sewa yang berlaku yakni Rp30 juta tiap kali menggelar pertandingan Liga 1.

"Kami selama ini mengikuti aturan main dari pengelola GBT. Terkait dengan biaya sewa stadion maupun biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pertandingan,’’ kata Candra di laman resmi Persebaya, Selasa (9/7).

2. Manajemen pikir ulang main di Stadion GBT jika harga naik 15 kali lipat

Naik 15 Kali Lipat, Manajemen Persebaya Pikir Ulang Main di GBTDok.IDN Times/Istimewa

 

Apabila tarif sewa Stadion GBT secara resmi diterapkan naik 15 kali lipat, Candra mengaku pihak manajemen tentunya sangat keberatan. Pasalnya, biaya penyelenggaraan pertandingan yang ditanggung sudah tinggi. Baik untuk biaya sewa stadion, pengamanan, perlengkapan penyelenggaraan pertandingan, pajak, dan kebutuhan-kebutuhan lain. 

’’Rencana kenaikan tarif GBT tentu akan menambah biaya pertandingan. Kami harus berpikir ulang untuk bermain di GBT,’’ kata Candra.

3. Pemkot sebut Persebaya dapat harga spesial

Naik 15 Kali Lipat, Manajemen Persebaya Pikir Ulang Main di GBTIDN Times/Ardiansyah Fajar

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menuturkan kalau selama ini Persebaya mendapat harga spesial dari pemkot terkait sewa stadion.

Eri juga menjamin nantinya jika sewa Stadion GBT tetap naik sesuai Raperda Retribusi, Persebaya tidak dikenakan harga seperti yang tercantum. Alasannya Persebaya membawa nama baik Kota Pahlawan.

"Kalau untuk tim dari Surabaya sendiri, dalam hal ini Persebaya, Insya Allah pasti ada perbedaan ongkos sewa. Karena Persebaya membawa nama besar Surabaya sekaligus kita juga punya ikatan kerjasama dengan Persebaya terkait pembinaan pemain muda," kata Eri.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Retribusi, Baktiono menyebut kenaikan sewa Stadion GBT ini belum final. Karena masih dalam pembahasan belum dibawa ke sidang paripurna. Maka dari itu, pihaknya segera mengundang unsur terkait salah satunya manajemen Persebaya untuk menemukan solusi terbaik.

4. Direncanakan naik Rp444,6 juta per hari

Naik 15 Kali Lipat, Manajemen Persebaya Pikir Ulang Main di GBTIDN Times/Ardiansyah Fajar

 

Sekadar diketahui, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) retribusi yang diusulkan Pemkot Surabaya bakal menaikkan tarif sewa GBT. Stadion yang berlokasi di Benowo, Kecamatan Pakal, tersebut bakal dibanderol Rp444,6 juta per hari. Sedangkan sewa per jam mencapai Rp22 juta.

Nominal ini jauh di atas Perda Nomor 2 Tahun 2013. Di sana disebutkan bahwa pertandingan persahabatan internasional hanya dibanderol Rp70 juta. Untuk pertandingan persahabatan nasional mencapai Rp20 juta. Sedangkan kompetisi liga teratas Rp30 juta, kompetisi liga kedua Rp25 juta, dan latihan Rp1,5 juta.

Baca Juga: Akui Sewa Stadion GBT akan Naik, Kabappeko: Untuk Persebaya Tidak

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya