61 Titik Rawan Laka di Jatim, Kapolri Ingatkan Sopir Bus Hati-hati

- Terdapat 61 titik rawan kecelakaan di berbagai jalur utama Jawa Timur menjelang arus mudik Lebaran 2026, dipicu oleh kondisi jalan seperti tikungan tajam dan minim penerangan.
- Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau Terminal Purabaya untuk memastikan kesiapan arus mudik, termasuk peningkatan jumlah penumpang bus dan prediksi lonjakan pemudik hingga 20 Maret 2026.
- Polisi melakukan ramp check bus, tes urine sopir, serta menyiapkan pos pengamanan agar perjalanan mudik aman; Kapolri mengimbau sopir berhati-hati dan beristirahat jika lelah.
Surabaya, IDN Times – Sebanyak 61 titik rawan kecelakaan teridentifikasi di sejumlah ruas jalan di Jawa Timur (Jatim) menjelang arus mudik Lebaran 2026. Titik-titik tersebut tersebar di berbagai jalur utama lintas kabupaten hingga jalur nasional yang menjadi rute favorit pemudik.
Berdasarkan pemetaan dari satuan kerja jalan nasional di wilayah Jatim, kerawanan kecelakaan dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya bottleneck atau penyempitan jalan, tikungan tajam, alinyemen berbelok, kontur jalan berbukit, perlintasan rel kereta api, hingga minimnya penerangan jalan.
Sejumlah ruas yang masuk kategori rawan di antaranya jalur Probolinggo–Paiton, Situbondo–Bajulmati menuju Banyuwangi, serta beberapa ruas di wilayah Trenggalek, Pacitan, Madura, hingga jalur Pandaan–Malang. Titik-titik tersebut menjadi perhatian khusus karena diprediksi akan dilalui ribuan kendaraan selama periode mudik.
Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan, aparat kepolisian bersama instansi terkait melakukan berbagai langkah pengamanan dan pengawasan di jalur mudik. Salah satunya dilakukan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang meninjau langsung kesiapan arus mudik di Terminal Purabaya pada Minggu (15/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri Sigit menyebut jumlah penumpang bus di terminal terbesar di Jawa Timur itu mulai mengalami peningkatan. Ia memprediksi lonjakan pemudik akan terus terjadi hingga puncaknya pada 17–20 Maret 2026.
“Kami berinteraksi dengan masyarakat yang akan menggunakan bus untuk mudik, baik dalam kota maupun antarprovinsi bahkan hingga Bali,” ujar Sigit.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan, petugas juga melakukan ramp check terhadap kondisi bus serta tes urine bagi para sopir di terminal. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi sehat saat membawa penumpang.
Sigit menegaskan keselamatan pemudik menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan mudik tahun ini. Ia berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan selama periode Lebaran.
“Harapan kami pemudik bisa sampai ke rumah masing-masing dengan selamat, bertemu keluarga dan berbagi kebahagiaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan para sopir bus untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, terutama ketika melintasi jalur-jalur rawan kecelakaan. Pengemudi diminta tidak memaksakan diri jika merasa lelah dan disarankan menyediakan sopir cadangan untuk perjalanan jarak jauh.
“Kalau capek istirahat. Untuk perjalanan jauh sebaiknya disiapkan sopir cadangan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di tengah jalan,” katanya.
Selain pengawasan di terminal, aparat juga menyiapkan berbagai pos pengamanan dan pelayanan di jalur mudik guna memantau kondisi lalu lintas serta membantu pemudik yang membutuhkan pertolongan di perjalanan.


















