Ini Peta 16 Titik Tim Tanggap Darurat di Tol Jatim saat Mudik Lebaran

- BBPJN Jatim–Bali menyiapkan 16 titik tim tanggap darurat di tol Jawa Timur untuk mengantisipasi kecelakaan, kemacetan, dan bencana selama arus mudik Lebaran 2026.
- Setiap tim dilengkapi peralatan DRU guna menangani kondisi darurat seperti banjir dan longsor di berbagai ruas tol utama, termasuk Surabaya–Gresik, Surabaya–Mojokerto, hingga Pandaan–Malang.
- Selain tim tanggap darurat, BBPJN juga menyiagakan 27 posko di Jawa Timur dan delapan posko di Bali agar penanganan insiden lebih cepat serta keselamatan pemudik tetap terjaga.
Surabaya, IDN Times - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur (Jatim)–Bali menyiapkan tim tanggap darurat di sejumlah ruas tol untuk mengantisipasi kecelakaan, kemacetan, maupun bencana selama arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 16 titik lokasi tim tanggap darurat disiagakan di berbagai jalur strategis guna mempercepat penanganan jika terjadi insiden di jalan.
Kepala BBPJN Jatim–Bali, Javid Hurriyanto mengatakan penempatan tim tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pemudik di jalur tol. Tim akan dilengkapi dengan peralatan penanganan darurat untuk merespons kejadian kecelakaan, kemacetan maupun potensi bencana seperti banjir dan longsor.
"Di lokasi posko itu kami standby-kan peralatan DRU (Disaster Relief Unit) untuk antisipasi kondisi bencana, baik longsor maupun banjir,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Tim tanggap darurat tersebut ditempatkan di sejumlah ruas tol utama di Jatim. Di antaranya Tol Waru–Juanda yang berlokasi di Gerbang Tol Menanggal, Tol Surabaya–Gresik di KM 9 sekitar Gerbang Tol Romokalisari, serta Tol Surabaya–Mojokerto di area Pool Warugunung.
Selain itu, tim juga disiagakan di Tol Surabaya–Gempol tepatnya di Gerbang Tol Sidoarjo 2 dan Gerbang Tol Kejapanan, Tol Gempol–Pasuruan di Gerbang Tol Rembang, serta Tol Pandaan–Malang di Gerbang Tol Purwodadi dan Gerbang Tol Singosari.
Penempatan tim tanggap darurat juga mencakup ruas Tol Ngawi–Kertosono di Gerbang Tol Caruban, Madiun, dan Nganjuk, serta Tol Kertosono–Mojokerto yang mencakup ruas KM 671 hingga KM 712. Sementara di Tol Krian–Legundi–Bunder–Manyar, tim ditempatkan di kantor operasional.
Menurut Javid, kehadiran tim tanggap darurat ini diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan lalu lintas maupun kondisi darurat di jalur tol selama periode mudik.
Selain menyiagakan tim di jalur tol, BBPJN juga menyiapkan 27 posko siaga di wilayah Jawa Timur serta delapan posko di Bali. Posko tersebut akan dilengkapi peralatan penanganan darurat dan beroperasi selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami ingin memastikan jika terjadi kondisi darurat di jalan, penanganannya bisa cepat sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan pemudik tetap terjaga,” pungkas Javid.


















