Khofifah MoU dengan 23 Perusahaan untuk Rawat Sungai Brantas

Yang masih buang limbah ke sungai, jewer aja bu!

Probolinggo, IDN Times - Sejumlah kebijakan peduli lingkungan terus digaungkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kali ini, pemerintah provinsi (pemprov) melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang ada di sepanjang daerah aliran Sungai Brantas pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Probolinggo, Minggu (28/7).

1. Ada 23 perusahaan yang kerjasama

Khofifah MoU dengan 23 Perusahaan untuk Rawat Sungai BrantasDok.IDN Times/Istimewa

 

Perusahaan yang melakukan MoU Adopsi Sungai Brantas itu adalah PT Adiprima Suraprinta, PT Miwon Indonesia, PT Pertamina Hulu Energi (WMO), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Ajinomoto Indonesia, PT Mega Surya Eratama. Perusahaan tersebut adalah enam dari 23 total perusahaan yang melakukan MoU dengan Pemprov Jawa Timur terkait pelestarian Sungai Brantas.

“Kerjasama ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mengendalikan pencemaran lingkungan sungai, sehingga sungai bisa menjadi sumber kehidupan bagi habitatnya karena terjaga kebersihannya,” ujar Khofifah.

2. Upaya lindungi habitat di sungai

Khofifah MoU dengan 23 Perusahaan untuk Rawat Sungai BrantasDok.IDN Times/Istimewa

 

Khofifah menambahkan, prinsip dalam kerjasama adopsi Sungai Brantas ini untuk perlindungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup sesuai dengan kondisi daerah dan kearifan lokal. Diharapkan, rumah-rumah yang menghadap sungai bisa melihat sungai yang bersih serta habitatnya juga lestari.

“Terdapat proses dari beberapa industri yang ditemukan bisa menyebabkan gangguan pada habitat sungai. Oleh sebab itu, kerjasama ini harus diikuti dengan tanggung jawab bersama semua pihak yang terlibat. Untuk mengadopsi Sungai Brantas harus sinergi dengan banyak pihak," terang Khofifah.

Baca Juga: Kebakaran Gunung Panderman Masih Terjadi, Khofifah Ambil Langkah Ini

3. Menciptakan clean industry dan green city

Khofifah MoU dengan 23 Perusahaan untuk Rawat Sungai BrantasDok.IDN Times/Istimewa

 

Lebih lanjut, ruang lingkup kerjasama ini meliputi kegiatan perencanaan pengawasan dan evaluasi dalam rangka pengendalian pencemaran air limbah industri dan domestik. Selain itu, pengelolaan sampah domestik di sempadan sungai, perbaikan lingkungan masyarakat di wilayah sempadan sungai, dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

"Kerjasama ini juga merupakan salah satu langkah percepatan yang kami lakukan untuk mewujudkan salah satu program Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Harmoni. Hal ini diharapkan bisa mewujudkan clean industry, green city sehingga akan tercipta harmoni dalam lingkungan hidup kita," pungkasnya.

Baca Juga: Khofifah Janji Temui Jokowi, Petani Garam Batal Demo di Suramadu

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya