250 Buruh Geruduk Disnakertrans Jatim, Ada Apa?

Surabaya, IDN Times - Sekitar 250 buruh Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan menggeruduk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur (Jatim), pukul 11.00 WIB, Kamis (10/6/2021).
1. Sebut laporan tak kunjung diproses
Sekretaris KC FSPMI Kota Surabaya, Nuruddin Hidayat mengatakan, aksi demonstrasi ini dilakukan karena lemahnya penegakan hukum oleh Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Jatim. Tercatat 10 perusahaan di Surabaya dan Sidoarjo dilaporkan karena melanggar.
"Ada pelanggaran hak normatif pekerja/buruh, namun hingga kini tidak jelas penanganannya sampai mana. Kasus yang kami laporkan cenderung jalan di tempat dan dibiarkan menguap begitu saja," ujarnya tertulis.
2. Minta gubernur ikut evaluasi
Hal tersebut, lanjut Nuruddin, memicu konflik internal perusahaan antara pengusaha dan pekerja/buruh. Sehingga berdampak terhadap produktivitas perusahaan serta memicu aksi-aksi demonstrasi di saat pandemik COVID-19.
"Kami membawa tiga tuntutan, pertama ibu Gubernur Jawa Timur harus mengevaluasi kinerja Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur," tegas dia
3. Desak petugas yang tidak kompeten agar dipecat
Tuntutan kedua, Nuruddin mendesak supaya petugas Disnakertrans Jatim yang tidak kompeten dan tidak profesional dalam menjalankan tugas untuk segera dipecat. Ketiga, proses laporan pelanggaran hak normatif pekerja dengan menerbitkan nota pemeriksaan, melakukan penyidikan tindak pidana ketenagakerjaan serta melakukan perhitungan dan penetapan kekurangan pembayaran hak pekerja/buruh.
"Aksi demonstrasi ini akan rutin kami lakukan guna mengawal laporan pelanggaran hak pekerja/buruh kepada Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Jatim," pungkasnya.
Baca Juga: Dukung Palestina, Buruh Jatim Demonstrasi di Depan Konsulat AS