Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lawan Garudayaksa FC, Tavares: Belum Pengalaman di Super League, Tapi Pemain Bagus

Kota Surabaya
3 min read
Lawan Garudayaksa FC, Tavares: Belum Pengalaman di Super League, Tapi Pemain Bagus
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares dalam konferensi pers. Dok. Persebaya.
  • Persebaya mewaspadai Garudayaksa FC meski berstatus tim promosi, karena lawan diperkuat pemain berpengalaman internasional dan kompetisi Eropa.
  • Bernardo Tavares menilai perubahan komposisi skuad serta pendekatan permainan Garudayaksa membuat strateginya sulit diprediksi menjelang laga di GBT, Sabtu 19 September 2026.
  • Tavares meminta Bonek-Bonita memenuhi GBT demi tiga poin, sementara kondisi beberapa pemain Persebaya belum 100 persen dan Risto Mitrevski siap dimainkan di posisi mana pun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya tak mau terjebak status Garudayaksa FC sebagai tim promosi dari Liga 2. Meski belum punya pengalaman di kompetisi kasta tertinggi, skuad besutan Bernardo Tavares itu justru mewaspadai materi pemain yang dibawa sang lawan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/9/2026).

Tavares menilai Garudayaksa telah mendatangkan sejumlah pemain dengan pengalaman internasional. Karena itu, Bajul Ijo tidak akan menganggap pertandingan ini sebagai laga mudah. "Kalau melihat timnya, kami pikir karena mereka datang dari Liga 2, mereka tidak punya pengalaman di Super League. Tapi kalau melihat pemain yang mereka rekrut, mereka merekrut pemain bagus," ujar Tavares dalam konferensi pers jelang laga.

Tavares bilang, Garudayaksa memiliki pemain yang pernah memperkuat tim nasional Serbia, Haiti, dan Republik Ceko. Mereka juga memiliki pemain dengan pengalaman bermain di sejumlah kompetisi Eropa, termasuk Portugal dan Azerbaijan.

Garudayaksa juga dinilai melakukan perubahan komposisi skuad dan pendekatan permainan dalam dua pertandingan terakhir. Kondisi itu membuat Tavares sulit menerka strategi yang akan digunakan lawan di GBT.

"Kami tidak tahu besok mereka akan bermain dengan lima bek, empat bek, atau melakukan pressing tinggi. Sulit untuk mengetahuinya. Tapi kami harus bekerja dengan tim kami dan apa yang ingin kami lakukan," katanya.

Tavares pun langsung mengirim pesan kepada Bonek dan Bonita. Ia meminta suporter memenuhi GBT, terutama karena pertandingan melawan tim promosi tetap menawarkan nilai tiga poin yang sama dengan laga menghadapi tim besar lainnya.

"Besok saya tidak melihat ini akan menjadi pertandingan mudah. Ini alasan Bonek-Bonita, saya tahu bukan tim besar yang datang ke sini, tetapi mereka membawa pemain bagus. Tolong datang besok ke GBT untuk mendukung pemain dan tim kami," tegasnya.

Bagi Tavares, dukungan suporter justru dibutuhkan ketika lawan yang dihadapi tidak selalu menjadi magnet penonton. Menurutnya, tiga poin tetap menjadi tujuan utama siapa pun lawannya.

"Karena besok kalau kami menang, poinnya tiga. Kalau kami tidak menang, tiga poin yang hilang. Sama saja poinnya ketika melawan tim yang biasanya namanya bisa membawa lebih banyak suporter ke stadion," katanya.

Tavares juga mengungkapkan kondisi skuadnya belum sepenuhnya ideal. Sejumlah pemain masih belum berada dalam kondisi 100 persen dan keputusan akhir terkait keterlibatan mereka akan dilihat hingga hari pertandingan.

Di sisi lain, bek asing Persebaya, Risto Mitrevski, menggemakan peringatan sang pelatih. Menurutnya, tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng di kompetisi musim ini. "Tidak ada pertandingan mudah di liga ini. Kami melihat dari pertandingan ke pertandingan bahwa setiap lawan memiliki pemain dan skuad yang bagus. Mereka juga termotivasi, terutama ketika datang ke sini menghadapi kami," katanya.

Risto berkaca dari pertandingan terakhir Persebaya. Menurutnya, Bajul Ijo sempat tampil menekan pada 15-20 menit awal dan memiliki peluang untuk mencetak lebih dari satu gol. Namun, lawan kemudian mampu mengembangkan permainan.

"Kalau kami tidak menganggapnya serius, itu akan menjadi buruk bagi kami," ucapnya.

Risto sendiri menunjukkan kesiapan untuk dimainkan di posisi mana pun. Dalam dua laga terakhir, pemain asal Eropa tersebut kerap dipercaya mengisi posisi bek tengah. Namun, ia menegaskan tidak mempermasalahkan posisi yang diberikan Tavares.

"Saya bahkan akan bermain sebagai striker jika pelatih meminta saya bermain di sana. Tugas saya memberikan semuanya di setiap pertandingan," katanya.

"Jika pelatih ingin saya bermain sebagai gelandang bertahan, bek, bek kanan atau posisi apa pun, saya akan memberikan yang terbaik. Pada akhirnya, itu keputusan pelatih. Saya siap memberikan semuanya di posisi mana pun," pumgkas Risto.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More