Gagal Menang di Makassar, Ini Alasan Pelatih Arema FC

- Arema FC bermain imbang 3-3 melawan PSM Makassar setelah sempat unggul 3-1 hingga menit ke-60, sebelum Luka Cumic mencetak dua gol di akhir laga.
- Pelatih Marcos Santos menilai Arema gagal mengunci kemenangan meski mendapat beberapa peluang, dengan strategi low block dan serangan balik yang awalnya berjalan efektif.
- Marcos mempertanyakan pembatalan penalti Gabriel Silva oleh VAR, sementara Julian Guevara menyebut hasil ini sebagai pelajaran untuk menjaga fokus selama 90 menit.
Malang, IDN Times - Arema FC gagal menang saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie pada Minggu (14/9/2026) malam. Arema FC sejatinya sempat unggul 3-1, tapi tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan di detik-detik akhir pertandingan. 3 gol Arema FC dicetak Gabriel Silva, Gustavo Franca, dan Careca. Sementara gol susulan PSM dicetak Stefan Jevtoski dan 2 gol Luka Cumic.
1. Pelatih Arema FC sebut timnya tidak bisa kill the game

Laga PSM Makassar menghadapi Arema FC di Stadion Gelora BJ Habibie. (Dok. Media Officer Arema FC) Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengungkapkan jika mereka datang ke Makassar membawa strategi low block atau pertahanan rapat di sekitar kotak penalti pertahanan, sambil memainkan serangan balik dari sisi sayap Singo Edan. Strategi ini terbukti membawa Singo Edan sempat unggul 3-1 di menit 60, kendati Arema FC terus digempur pemain-pemain PSM.
Sayangnya, Arema FC justru lengah memasuki menit-menit akhir pertandingan. Masuknya Luca Cumic di menit 65 jadi mimpi buruk Singo Edan, karena membuyarkan kemenangan di depan mata.
"kita ada banyak kesempatan untuk kill the game, tapi tapi sayangnya kita enggak bisa. Kemudian di menit-menit terakhir kita kebobolan 2 gol dan kita enggak bisa dapat hasil (penuh). Padahal ada banyak situasi di mana kita bisa mencetak gol, mungkin 2-3 kali kita bisa kill the game, tapi kita enggak bisa," terangnya pada Senin (14/9/2026).
2. Pelatih Arema FC pertanyakan penalti yang dianulir

Laga PSM Makassar menghadapi Arema FC di Stadion Gelora BJ Habibie. (Dok. Media Officer Arema FC) Marcos juga mengungkapkan kekecewaan pada wasit VAR pada pertandingan ini. Pasalnya ia yakin jika Gabriel Silva benar-benar dilanggar pada menit 70 di dalam kotak penalti lawan, tapi keputusan ini dianulir setelah pengecekan VAR. Padahal menurutnya penalti ini bisa menyelesaikan pertandingan ini lebih cepat.
"Mungkin ada situasi ini juga wasit bisa buat salah untuk penalti Gabi. Tapi itu bukan excuse, mereka juga tim bagus, tim yang memiliki banyak pemain berkualitas. Sebagai tim juga sudah bermain bagus, tapi di kamar ganti kita enggak bisa tenang karena gagal membawa 3 poin," jelasnya.
3. Julian Guevara jadikan laga ini pelajaran

Bek Arema FC, Julian Guevara. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Sementara itu, Pemain Arema FC, Julian Guevara menjadikan laga kedua di Super League 2026/2027 ini sebagai pelajaran. Mereka menang besar di pertandingan pertama, tapi harus menelan kekecewaan di laga kedua karena kurangnya fokus selama 90 menit pertandingan.
Pasti kita kecewa atas hasilnya dan sedih karena kita sudah kasih yang terbaik, kita berjuang di dalam lapangan, dan kita mau bawa pulang 3 poin dari sini. Tapi kita tahu pertandingan ini sulit karena mereka tim kuat juga, tapi di dalam lapangan kita kasih hasil yang bagus," pungkasnya.



















