Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penjualan Otomotif Jatim Naik, 37 Merek Digeber di GIIAS Surabaya 2026

Kota Surabaya
Penjualan Otomotif Jatim Naik, 37 Merek Digeber di GIIAS Surabaya 2026
Konpers GIIAS Surabaya 2026. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Kontribusi penjualan kendaraan Jawa Timur secara nasional naik dari sekitar 8,8 persen menjadi 9,1 persen hingga April 2026, memperkuat optimisme industri otomotif daerah.
  • GIIAS Surabaya 2026 memperluas area menjadi sekitar 15.000 meter persegi dan menghadirkan 37 merek kendaraan, termasuk 14 peserta baru atau yang kembali berpartisipasi.
  • Minat kendaraan listrik menguat, dengan porsinya sekitar 16 persen dan hybrid 9 persen; pertumbuhan otomotif juga mendorong PAD serta perputaran ekonomi Jatim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Industri otomotif Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren positif. Kontribusi penjualan kendaraan di provinsi ini secara nasional disebut meningkat dari sekitar 8,8 persen menjadi 9,1 persen hingga April 2026. Kondisi ini menjadi salah satu modal optimisme penyelenggara GIIAS Surabaya 2026 untuk mendongkrak transaksi sekaligus jumlah pengunjung.

Project Director GIIAS Surabaya 2026, Abiyoso Wietono, mengatakan pertumbuhan industri otomotif juga terlihat dari semakin beragamnya pilihan kendaraan yang ditawarkan kepada masyarakat. Kehadiran berbagai merek baru membuat konsumen memiliki lebih banyak opsi sebelum menentukan kendaraan yang dibeli.

"Kita mengharapkan konsumen bisa datang, dia bisa melihat, kemudian juga bisa membeli," ujarnya saat di konferensi pers GIIAA Surabaya 2026, Rabu (19/8/2026).

GIIAS Surabaya 2026 yang menjadi penyelenggaraan ke-11 di Kota Pahlawan hadir dengan skala lebih besar. Area pameran diperluas hingga sekitar 15.000 meter persegi dengan tambahan Exhibition Hall 2. Tahun ini, sebanyak 37 merek kendaraan akan ambil bagian, terdiri dari 26 kendaraan penumpang, satu kendaraan komersial, dan 10 merek kendaraan roda dua.

Tak hanya memperbesar area dan jumlah merek, GIIAS Surabaya juga menghadirkan 14 merek baru maupun merek yang kembali berpartisipasi. Kondisi tersebut dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin melihat perkembangan teknologi otomotif secara langsung.

Abiyoso menyebut jumlah pengunjung GIIAS Surabaya tahun lalu mencapai sekitar 30 ribu orang. Dengan area yang lebih luas dan jumlah merek yang meningkat, penyelenggara optimistis angka tersebut dapat terlampaui tahun ini.

"Kita sangat optimis sebenarnya di tahun ini bisa melampaui itu," katanya.

Menurut dia, perubahan perilaku pengunjung juga mulai terlihat. Masyarakat kini cenderung menghabiskan waktu lebih lama di area pameran karena semakin banyak kendaraan yang dapat dilihat, dicoba, dan dibandingkan.

Fenomena lain yang ikut mencuri perhatian adalah semakin kuatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Pilihan konsumen tidak lagi hanya berkutat pada kendaraan berbahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE).

Perwakilan GAIKINDO, Eddy Sumedi, menyebut porsi kendaraan listrik telah mencapai sekitar 16 persen, sementara kendaraan hybrid berada di kisaran 9 persen. "Ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap mobil listrik sudah semakin meningkat. Jadi sebenarnya ada sedikit pergeseran," katany.

Pergeseran tersebut menunjukkan kendaraan listrik mulai masuk dalam pertimbangan utama masyarakat. Bahkan, kendaraan listrik tidak selalu dibeli sebagai kendaraan pertama, tetapi dapat menjadi pilihan kedua atau ketiga untuk melengkapi kebutuhan mobilitas keluarga.

Di sisi lain, pertumbuhan otomotif juga memiliki dampak terhadap perekonomian daerah. Eddy menyebut sektor otomotif memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Jatim melalui berbagai sumber penerimaan, termasuk pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.

"GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya diposisikan sebagai ajang pamer kendaraan, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan industri dengan konsumen sekaligus mendorong perputaran ekonomi," tegasnya.

GAIKINDO berharap pameran yang digelar dengan area lebih luas dan jumlah merek terbanyak sepanjang penyelenggaraan GIIAS Surabaya tersebut mampu menjadi momentum untuk menjaga tren positif industri otomotif Jatim.

"Pameran otomotif diharapkan menjadi salah satu pemicu aktivitas ekonomi sekaligus memperlihatkan arah baru industri kendaraan, dari dominasi mesin konvensional menuju semakin kuatnya era elektrifikasi," pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More