Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persebaya Bungkam PSIM 1-0, Alex Martins Jadi Pahlawan

Kota Surabaya
Persebaya Bungkam PSIM 1-0, Alex Martins Jadi Pahlawan
Duel Persebaya lawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Persebaya Surabaya menang 1-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo dalam Super League 2026/2027, membalas kekalahan kandang musim lalu.
  • Alex Martins, yang baru pulih dari cedera dan belum bugar sepenuhnya, mencetak gol penentu kemenangan; Jefferson Silva menyumbang assist pertamanya musim ini.
  • Pelatih Bernardo Tavares menilai dukungan suporter meningkatkan agresivitas tim. Persebaya menciptakan lebih banyak peluang dan memakai penguasaan bola untuk menghadapi pertahanan PSIM yang bermain 10 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya akhirnya menemukan cara untuk menaklukkan PSIM Yogyakarta. Bermain di hadapan sekitar 15.000 Bonek dan Bonita, Bajul Ijo menang tipis 1-0 dalam lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam.

Alex Martins menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung sengit tersebut. Baru kembali setelah cedera, penyerang Persebaya itu mencetak gol yang memastikan tiga poin untuk tuan rumah.

Kemenangan tersebut terasa semakin penting karena Persebaya memiliki pengalaman pahit saat menghadapi PSIM di kandang sendiri musim lalu. Ketika itu, Bajul Ijo justru dipaksa menyerah 0-1.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyebut kemenangan kali ini menjadi hasil yang sangat positif, terutama karena para pemain mampu mempertahankan intensitas pertandingan hingga akhir.

“Jangan lupa musim lalu Persebaya kalah 0-1 di sini melawan mereka. Jadi hasil ini sangat bagus,” ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Tavares menilai Persebaya sebenarnya mampu menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan PSIM. Bajul Ijo lebih banyak menghasilkan umpan silang, tembakan dan sepak pojok, meski tidak semuanya berujung gol. Namun, satu gol sudah cukup untuk mengamankan kemenangan.

“Dua tim bermain bagus. Kami menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak umpan silang, dan lebih banyak kesempatan menembak. Kami juga mendapat lebih banyak sepak pojok,” katanya.

Yang menarik, gol kemenangan Persebaya lahir setelah Tavares secara aktif meminta dukungan lebih besar dari tribun Bonek dan Bonita. Pelatih asal Portugal itu bahkan mendatangi area tribun untuk memompa atmosfer stadion. Menurutnya, energi suporter memberikan efek langsung terhadap agresivitas pemain di lapangan.

“Saya menghampiri tribun Bonek dan Bonita untuk meminta dukungan lebih. Ketika suporter memberi dukungan, para pemain menjadi lebih agresif, kami bisa melakukan tekanan lebih tinggi,” ungkapnya.

Tavares bahkan menyebut dukungan tersebut membuat pemain mampu memberikan performa hingga “200 persen”. Ledakan atmosfer GBT menjadi salah satu senjata Persebaya dalam menghadapi PSIM yang tampil disiplin. Terlebih setelah PSIM harus bermain dengan 10 pemain, ruang permainan justru semakin sulit ditembus.

Tavares juga mengakui situasi 11 melawan 10 tidak otomatis membuat Persebaya lebih mudah mencetak gol. PSIM justru mempersempit ruang dan menumpuk pemain di area pertahanan. “Kadang lebih sulit bermain melawan 10 pemain. Tim yang menyisakan 10 pemain akan menutup ruang dan fokus bertahan,” jelasnya.

Persebaya kemudian mengubah pendekatan setelah unggul. Alih-alih terus memaksakan serangan, Bajul Ijo mulai memainkan penguasaan bola untuk menarik pemain PSIM keluar dari zona pertahanan.

Menurut Tavares, strategi itu sengaja dilakukan untuk menciptakan ruang di antara lini maupun di belakang pertahanan lawan. “Kami mencoba melakukan penguasaan bola juga untuk memancing pemain lawan keluar. Kami meminta pemain menahan bola, mainkan possession, sisi kiri, sisi kanan, ke depan dan ke belakang,” paparnya.

Sementara itu, Alex Martins yang kembali setelah cedera belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Tvares mengungkapkan pemain tersebut mengalami penurunan performa setelah sekitar 30-35 menit karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

Namun, kontribusinya sudah cukup untuk menjadi penentu kemenangan. “Kondisi fisiknya belum 100 persen. Kami perlu melakukannya secara bertahap. Hari ini kami membutuhkan Alex lebih dekat dengan gawang lawan karena dia bisa menahan bola. Itu sangat penting bagi kami dan dia berhasil mencetak gol,” katanya.

Di sisi lain, Jefferson Silva yang terpilih sebagai man of the match mengaku senang bisa membantu tim melalui assist pertamanya musim ini. Ia berharap kontribusi tersebut menjadi awal dari lebih banyak assist dan penampilan positif bersama Persebaya.

“Saya sangat senang dengan assist pertama saya. Saya berharap bisa membantu tim lebih banyak lagi dengan assist-assist berikutnya,” ungkapnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More