Pelatih Fisik Ungkap Hasil TC Persebaya di Thailand

- Persebaya merampungkan TC sembilan hari di Thailand dengan latihan fisik dan sejumlah pertandingan untuk persiapan Super League 2026/2027.
- Metodologi latihan tetap sama seperti di Surabaya, termasuk pencegahan cedera, tetapi volume dan frekuensi disesuaikan dengan jadwal pertandingan pramusim yang lebih padat.
- Diogo Carvalho menilai respons pemain positif dan kapasitas fisik skuad baik, namun Persebaya masih perlu menjaga kondisi serta meningkatkan pemahaman tim setelah kembali ke Surabaya.
Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya telah merampungkan pemusatan latihan (TC) selama sembilan hari di Thailand. Selama berada di Negeri Gajah Putih, skuad Bajul Ijo tidak hanya digembleng lewat latihan fisik, tetapi juga menjalani sejumlah pertandingan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, mengatakan program latihan selama di Thailand pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya diterapkan di Surabaya. Tim pelatih tetap menggunakan prinsip dan metodologi yang sama, termasuk dalam menjaga kondisi pemain agar terhindar dari cedera.
"Program di Thailand tidak jauh berbeda dengan yang kami jalankan di Surabaya. Kami tetap berlatih dengan prinsip yang sama dan memperhatikan aspek pencegahan cedera," ujarnya.
Perbedaan lebih banyak terlihat pada volume latihan dan frekuensi sesi. Agenda pramusim yang lebih padat membuat program latihan harus disesuaikan dengan pertandingan yang dijalani selama TC.
Diogo menjelaskan, ketika berada di Surabaya, pemain beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session. Sementara di Thailand, jumlah pertandingan yang lebih banyak membuat pola latihan disusun dengan mempertimbangkan beban pertandingan.
"Yang mungkin berubah adalah volume latihan dan jumlah sesi. Di Surabaya, kami beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session. Selama di Thailand, frekuensinya lebih banyak karena kami juga memiliki lebih banyak pertandingan selama pramusim dan pemusatan latihan," jelas pelatih asal Portugal itu.
Menurut Diogo, para pemain memberikan respons positif terhadap program yang diberikan. Mereka dinilai mampu memahami tujuan setiap sesi latihan dan mengikuti intensitas yang telah ditentukan tim pelatih.
"Mereka memahami apa yang kami lakukan dan terus memberikan respons yang baik terhadap program yang diberikan," ungkapnya.
Rangkaian latihan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan kondisi fisik pemain setelah menjalani pramusim yang cukup padat. Diogo mengaku memiliki ekspektasi tinggi terhadap kondisi skuad ketika kembali ke Surabaya.
Terlebih, Persebaya sebelumnya harus menjalani pertandingan final Piala Presiden hingga 120 menit. Bagi Diogo, kemampuan pemain melewati pertandingan panjang tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kapasitas fisik skuad cukup baik.
"Soal kondisi fisik ketika kembali dari Thailand, saya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi. Apalagi kami baru saja menjuarai Piala Presiden dan menjalani pertandingan final hingga 120 menit. Itu menunjukkan para pemain memiliki kapasitas fisik yang sangat baik," katanya.
Namun, hasil TC di Thailand bukan berarti persiapan Persebaya telah sepenuhnya berakhir. Setelah kembali ke Surabaya, tim masih harus menjaga kondisi fisik sekaligus meningkatkan pemahaman antarpemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
Program pramusim yang telah dijalani menjadi modal awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan kondisi tersebut tetap terjaga ketika Bajul Ijo mulai menghadapi persaingan di Super League 2026/2027.
Diogo pun berharap Persebaya mampu mengawali kompetisi dengan performa yang sesuai target. Ia meminta para pemain terus memberikan kemampuan terbaik demi suporter.
"Harapan saya, kami bisa mengawali kompetisi dengan langkah yang tepat. Para pemain akan memberikan kemampuan terbaik dan berusaha membuat Bonek dan Bonita bangga," pungkasnya.


















