Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tavares Bongkar Masalah Persebaya Usai Ditahan Bhayangkara di Lampung

Kota Surabaya
Tavares Bongkar Masalah Persebaya Usai Ditahan Bhayangkara di Lampung
Kapten Persebaya, Fransisco Rivera saat duel lawan pemain Bhayangkara FC di Lampung. Instagram @officialpersebaya.
  • Persebaya ditahan Bhayangkara FC 1-1 pada laga perdana Super League 2026/2027, meski sempat unggul lebih dulu dan gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir.
  • Bernardo Tavares mengevaluasi umpan akhir, pengambilan keputusan, agresivitas mencari gol kedua, serta pertahanan; cuaca dan kualitas skuad Bhayangkara turut membuat laga sulit.
  • Persebaya meraih satu poin dan akan memeriksa kebugaran serta cedera pemain sebelum menjamu PSIM Yogyakarta pada 13 September, dengan harapan dukungan Bonek-Bonita di GBT.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times Persebaya Surabaya gagal membawa pulang kemenangan dari markas Bhayangkara FC setelah bermain imbang 1-1 pada laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu (5/9/2026) sore.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares langsung menyoroti sejumlah pekerjaan rumah setelah timnya kehilangan keunggulan. Ia mengakui hasil tersebut membuatnya sedikit kecewa. Persebaya lebih dulu mencetak gol, tetapi keunggulan itu tidak mampu dipertahankan hingga laga berakhir.

“Kami ingin menang dan sedikit kecewa karena kami mencetak gol lebih dulu. Kami seharusnya bisa membawa pulang kemenangan,” ujarnya.

Tavares menyampaikan, Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol tambahan. Namun, penyelesaian serangan belum maksimal karena kualitas umpan terakhir dan pengambilan keputusan pemain masih perlu diperbaiki.

“Kadang-kadang umpan terakhir tidak begitu bagus, begitu juga pengambilan keputusan. Ada situasi ketika kami bisa mencoba mencetak gol kedua, tetapi terkadang kami menyerah terlalu cepat,” katanya.

Situasi tersebut menjadi evaluasi penting bagi Tavares. Baginya, pertandingan melawan Bhayangkara menunjukkan bahwa Persebaya tidak cukup hanya unggul satu gol. Setelah membuka keunggulan, tim harus tetap agresif mencari gol kedua sekaligus menjaga pertahanan agar tidak kebobolan.

“Ketika kami mencetak gol lebih dulu, kami harus bisa menjaga clean sheet. Kami perlu memperbaiki hal ini. Sepak bola hari ini menunjukkan bahwa kami harus terus berjuang untuk mencetak gol kedua sebelum Bhayangkara menyamakan kedudukan,” tegasnya.

Tavares juga menilai pertandingan di Lampung memang tidak mudah. Cuaca panas dan angin kencang beberapa kali memengaruhi permainan kedua tim, termasuk akurasi passing. “Ini pertandingan yang sulit. Angin terkadang membuat kami kehilangan beberapa umpan karena cuaca. Lawan juga mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

Namun, faktor tersebut bukan satu-satunya alasan. Tavares menilai Bhayangkara memiliki kualitas pemain yang membuat pertandingan semakin sulit bagi Persebaya. Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Alano. Pemain tersebut masuk dari bangku cadangan dan kemudian mencetak gol penyama kedudukan untuk Bhayangkara FC.

Tavares menyebut masuknya Alano menjadi gambaran kedalaman skuad Bhayangkara. Ia bahkan memilih tidak banyak mengomentari performa individu pemain lawan karena lebih fokus mengevaluasi timnya sendiri.

“Saya lebih fokus kepada tim dan pemain saya. Saya rasa tidak adil jika saya mengomentari performa individu pemain lawan. Saya hanya menyebut Alano karena dia membuat perbedaan, bukan hanya melalui gol, tetapi juga ketika bermain di belakang lini tengah kami,” jelasnya.

Bagi Tavares, kemampuan Bhayangkara menempatkan pemain dengan catatan bagus musim lalu sebagai pemain pengganti menunjukkan kualitas skuad lawan. “Kalau mereka punya Alano, yang memiliki catatan sangat bagus musim lalu, di bangku cadangan, berarti mereka memiliki pemain yang sangat bagus,” katanya.

Hasil imbang tersebut menjadi satu poin pertama Persebaya pada kompetisi Super League musim 2026/2027. Namun, Tavares tidak ingin terlalu lama larut dalam hasil tersebut. Fokus berikutnya adalah memulihkan kondisi pemain dan menyiapkan laga kandang melawan PSIM Yogyakarta pada 13 September mendatang.

Kondisi fisik pemain menjadi salah satu perhatian. Tavares mengungkapkan ada pemain yang belum sepenuhnya fit, sementara beberapa lainnya mengalami cedera setelah pertandingan melawan Bhayangkara.

“Kami harus melihat kondisi pemain karena beberapa pemain tidak 100 persen. Ada yang tidak bisa bermain pada pertandingan ini dan ada juga yang keluar karena cedera,” ungkapnya.

Setelah mengetahui kondisi skuad, Tavares baru akan menentukan strategi menghadapi PSIM. Ia juga mengingatkan bahwa laga kandang tersebut tidak otomatis menjadi pertandingan mudah bagi Persebaya. Terlebih, PSIM memiliki pengalaman mengalahkan Persebaya di kandang pada musim sebelumnya dengan skor 1-0.

“Kami harus menghormati bahwa pertandingan akan sulit. Mereka juga tidak kehilangan pemain kunci dan mendatangkan pemain-pemain bagus,” kata Tavares.

Tavares berharap dukungan penuh Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Menurutnya, dukungan suporter akan menjadi energi tambahan bagi pemain untuk memburu kemenangan pertama musim ini di hadapan publik sendiri.

“Kami berharap Bonek-Bonita datang ke stadion untuk mendukung tim dan para pemain,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More