Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jelang Derby Jatim, Pelatih Arema FC Persiapkan Senjata Rahasia

Kota Malang
3 min read
Jelang Derby Jatim, Pelatih Arema FC Persiapkan Senjata Rahasia
Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
  • Arema FC menjamu Persik Kediri pada 18 September 2026 dengan modal belum terkalahkan dalam dua laga awal, setelah menang 4-0 dan imbang 3-3.
  • Pelatih Marcos Santos menyiapkan opsi penyerang baru Samuel Otusanya, Mauro Zijlstra, serta Gustavo Franca, sambil menegaskan tim memiliki beragam cara mencetak gol.
  • Arema mewaspadai serangan balik, penguasaan bola, Jose Enrique Rodriguez, dan Reno Piscopo milik Persik, sembari membenahi konsentrasi lini belakang pada menit akhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Malang, IDN Times - Arema FC akan menjamu Persik Kediri pada Jumat (18/9/2026) sore di Stadion Kanjuruhan. Singo Edan dalam kepercayaan diri usai menang 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC dan menahan imbang PSM Makassar 3-3 di kandangnya. Arema FC sejauh ini belum sekalipun merasakan kekalahan dalam 2 laga awal Super League 2026/2027.

  1. 1. Arema FC dalam kepercayaan diri tinggi, siapkan amunisi rahasia

    Potret pelatih Arema FC Marcos Santos, sosok yang memimpin tim sepak bola Arema FC dalam dokumentasi IDN Times.
    Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Arema FC baru saja mendatangkan striker baru asal Nigeria, Samuel Otusanya. Pemain 22 tahun ini belum sekalipun merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, tapi ia sudah pernah bekerja bersama Pelatih Arema FC, Marcos Santos dan Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas. Sehingga hanya keduanya yang tahu bagaimana permainan Samuel.

    "Dia (Samuel) baru ikut 1 kali latihan, jadi dia masih perlu mengembalikan ritme permainannya dan siap 100 persen dari segala aspek. Otsonya juga punya opsi lain untuk dimainkan di posisi sayap, tidak hanya sebagai striker. Jadi kita lihat saja nanti bagaimana kondisinya," terangnya pada Kamis (17/9/2026).

    Arema FC juga masih punya Mauro Zijlstra yang dipinjam dari Persija Jakarta. Sejauh ini ia telah mencetak 1 gol ke gawang Isenmulang Kalteng FC. Ditambah Gustavo Franca yang masih bisa dipasang sebagai false nine, pada 2 laga Singo Edan ia lebih dipercaya sebagai starter.

    "Tidak ada tim lain yang mencetak gol lebih banyak dari kami, bahkan tanpa seorang striker. Jadi striker itu penting dan merupakan bagian dari strategi, tetapi itu tidak mendefinisikan seluruh permainan kami. Kami punya berbagai cara dan opsi berbeda untuk bermain. Yang paling penting adalah memenangkan pertandingan," jelasnya.

  2. 2. Arema FC mewaspadai striker asing Persik Kediri

    Potret Jose Enrique Rodriguez, striker Persik Kediri, dalam dokumentasi pertandingan sepak bola dari ILEAGUE.
    Striker Persik Kediri, Jose Enrique Rodriguez. (Dok. ILEAGUE)

    Arema FC sendiri melihat Persik Kediri sebagai tim yang memiliki karakter dan gaya bermain sendiri karena tidak banyak merombak skuad musim lalu. Menurutnya tim Macan Putih sangat berbahaya pada serangan-serangan balik cepat dan bisa mempertahankan penguasaan bola. Marcos tidak kaget jika Persik adalah tim dengan ball possession tinggi karena pelatihnya, Marcos Reina Torres, dari Spanyol.

    Selain itu, Marcos juga mewaspadai striker baru Persik Kediri asal Spanyol, Jose Enrique Rodriguez. Pasalnya ia langsung mencetak 2 gol pada laga sebelumnya saat Persik dijamu Garudayaksa FC.

    "Selain itu, mereka punya dua pemain sayap yang bagus, terutama Reno Piscopo yang bermain di sisi kanan, sangat kuat dalam situasi satu lawan satu. Jadi mereka adalah tim yang berbahaya, kami harus waspada dan siap menghadapi mereka besok," ujarnya.

  3. 3. Pelatih Arema FC keluhkan fokus pemain di lini pertahanan

    Pelatih Arema FC Marcos Santos, kiper Adi Satryo, dan asisten pelatih Andre Caldas berpose bersama.
    Dari kiri Pelatih Arema FC, Marcos Santos bersama Kiper Arema FC, Adi Satryo dan Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Kendati cukup puas dengan kinerja lini tengah dan lini depan, pelatih asal Brasil ini masih menyoroti lini belakangnya. Pasalnya pemain-pemain belakangnya masoh sering kehilangan fokus di menit-menit akhir. Hasilnya kemenangan atas PSM yang ada di depan mata buyar karena gol 30 detik sebelum peluit panjang dibunyikan.

    "Kami kebobolan dua gol di menit-menit akhir, dan yang terakhir mungkin di 30 detik terakhir. Ini lebih kepada masalah konsentrasi, bukan karena pemain atau lini pertahanan kami lemah, kami tidak setuju dengan anggapan itu. Kami akan terus bekerja keras dan berkembang agar tampil lebih baik di pertandingan besok," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More