Suporter Persik Dilarang Hadir ke Kanjuruhan

- Panpel Arema FC melarang Persikmania hadir saat Arema melawan Persik di Stadion Kanjuruhan, Jumat 18 September 2026, meski larangan suporter tamu telah dicabut PSSI dan ILeague.
- Keputusan diambil karena hubungan Aremania dan Persikmania dinilai memanas akibat beberapa insiden. Panpel ingin meminimalkan risiko serta mematangkan mekanisme penerimaan suporter tamu.
- Panpel berkoordinasi dengan Presidium Aremania Utas dan Polres Malang untuk pengamanan. Penjualan tiket dibuka, dengan harapan Derby Jatim menarik banyak Aremania dan Aremanita.
Malang, IDN Times - Jelang laga Arema FC menghadapi Persik Kediri pada Jumat (18/9/2026) di Stadion Kanjuruhan, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC mengumumkan akan melarang Persikmania hadir ke stadion. Kebijakan ini cukup dipertanyakan karena larangan kehadiran suporter tamu telah dicabut oleh PSSI dan ILeague.
1. Hubungan Aremania dan Persikmania kurang harmonis, Panpel Arema FC tak mau ambil resiko

Aremania saat memberikan dukungan di Stadion. (Dok. Media Officer Arema FC) Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Bram Hady Sulton mengakui jika langkah regulator liga untuk memberikan lampu hijau untuk kedatangan suporter tamu merupakan langkah positif untuk sepak bola Indonesia. Tapi ia melihat dinamika hubungan Aremania dan Persikmania yang memanas karema belakangan beberapa kali terlibat insiden membuat Panpel Arema FC tidak ingin mengambil resiko.
"Kita semua harus realistis bahwa implementasi di lapangan membutuhkan proses adaptasi dan pematangan yang matang dari semua lini. Jadi saya mengimbau suporter Persik Kediri bersedia menahan diri terlebih dahulu untuk tidak hadir langsung di Stadion Kanjuruhan pada laga Jumat ini. Langkah ini kita ambil bersama demi kebaikan yang lebih besar, sembari kita mematangkan mekanisme penyambutan suporter tamu di masa depan," terangnya pada Rabu (16/9/2026).
Bram ingin memastikan pertandingan Derby Jatim ini berjalan dengan aman dan lancar, sehingga imbauan resmi dikeluarkan Panpel Arema FC agar suporter tamu tidak dulu hadir dalam away pekan ke-3 Super League 2026/2027 tersebut. Menurutnya laga tensi tinggi seperti Derbi Jatim perlu digelar dengan sikap bijak dan persiapan yang jauh lebih matang.
2. Panpel Arema FC terus komunikasi dengan Presidium Aremania dan Polres Malang untuk memastikan keamanan

Ali Rifky terpilih jadi Presidium Aremania. (Instagram/@alirifki_87) Bram menyampaikan kalau pihaknya terus berkomunikasi secara intensif dengan berbagai pihak lintas sektor demi menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Salah satunya dengan Presidium Aremania Utas yang membidangi hubungan antar-suporter, serta jajaran Kepolisian.
"Kami terus membuka ruang dialog dan berkoordinasi melekat dengan teman-teman Presidium Aremania Utas, khususnya divisi yang membidangi hubungan antar-suporter. Komunikasi dengan pihak kepolisian juga berjalan sangat baik untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan sesuai standar," bebernya.
3. Panpel Arema FC optimis laga ini akan dihadiri banyak Aremania

Aremania yang tidak bisa masuk ke Stadion Kanjuruhan saat Charity Match Arema FC melawan Arema All Star. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Lebih lanjut, Bram menyampaikan kalau penjualan tiket pertandingan Arema FC menghadapi Persik Kediri sudah resmi dibuka sejak pekan lalu. Ia menaruh rasa optimis yang tinggi kepada seluruh Aremania dan Aremanita yang akan memadati Stadion Kanjuruhan. Harapan ini tumbuh karena laga sebelumnya hanya dihadiri 1.767 penonton saja, sehingga derby panas ini akan jadi daya tarik untuk Aremania.
"Kami sangat optimis Aremania mampu menjalankan peran sebagai tuan rumah yang bijak. Mari kita jaga bersama ketertiban ini, hargai proses transisi regulasi ini, dan penuhi stadion dengan energi positif untuk mendukung tim. Ketertiban kita adalah cermin kesiapan kita untuk sepak bola yang lebih maju," pungkasnya.


















