Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persebaya Tersandung di GBT, Tavares Soroti Masalah Kebugaran

Kota Surabaya
3 min read
Persebaya Tersandung di GBT, Tavares Soroti Masalah Kebugaran
Pemain Persebaya, Saddil Ramdani dalam aksinya lawan Garudayaksa FC di Stadion GBT Surabaya. Instagram @officialpersebaya.
  • Persebaya Surabaya ditahan Garudayaksa FC 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, setelah gagal mengonversi banyak peluang pada babak pertama menjadi gol.
  • Pelatih Bernardo Tavares menyoroti kebugaran skuad: Rivera dan Ernando cedera, Alex Martins baru pulih, sementara Saddil Ramdani belum siap bermain penuh.
  • Tavares menilai pemain pengganti sempat menambah energi, tetapi stamina menurun di akhir laga; jeda hingga 9 Oktober dimanfaatkan untuk pemulihan dan evaluasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya gagal mengamankan tiga poin di kandang setelah ditahan Garudayaksa FC 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Hasil ini membuat pelatih Bernardo Tavares harus kembali melakukan evaluasi, terutama terhadap efektivitas serangan dan kondisi kebugaran pemain.

Tavares mengakui Bajol Ijo sebenarnya memiliki peluang untuk mengunci pertandingan sejak babak pertama. Namun, sejumlah peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol. “Di babak pertama kita bisa tampil jauh lebih baik. Kita menciptakan banyak peluang, tetapi sayangnya gagal mengonversinya menjadi gol,” ujarnya.

Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi sorotan karena Persebaya harus membayar mahal dengan kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri. Tavares bahkan mengaku frustrasi dengan hasil tersebut. “Jujur saya sangat frustrasi karena gagal meraih tiga poin di kandang. Tapi inilah sepak bola,” katanya.

Namun, Tavares menilai hasil tersebut tidak bisa dilepaskan dari kualitas lawan. Garudayaksa FC datang dengan sejumlah pemain berpengalaman, termasuk pemain yang memiliki label tim nasional. “Kita juga harus ingat bahwa lawan kita bukanlah tim sembarangan. Mereka punya pemain-pemain berkualitas, bahkan pemain label tim nasional,” tuturnya.

Di balik hasil, persoalan kebugaran menjadi pekerjaan rumah lain bagi Tavares. Persebaya datang ke pertandingan dengan sejumlah pemain yang belum berada dalam kondisi ideal.

Rivera dan Ernando disebut mengalami cedera. Sementara Alex Martins baru pulih dari cedera. Kondisi tersebut turut memengaruhi pilihan Tavares dalam menentukan komposisi pemain sejak menit awal.

Keputusan memainkan Malik Risaldi sejak awal, sementara Saddil Ramdani baru masuk kemudian, juga tidak lepas dari pertimbangan kondisi fisik. Tavares menjelaskan Saddil masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugarannya setelah cukup lama tidak bermain. Menit bermainnya bersama Persib sebelumnya juga disebut belum cukup untuk membuatnya siap tampil penuh selama 90 menit.

“Saddil sudah lama tidak bertanding. Rivera cedera, Nando cedera, Alex baru sembuh dari cedera, dan Saddil kurang menit bermain saat di Persib. Dia belum memiliki stamina penuh untuk bermain 90 menit,” jelasnya.

Menurut Tavares, pergantian pemain pada babak kedua memang sempat memberikan energi baru. Namun, efek tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan. “Para pemain bukanlah mesin,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejumlah pemain pengganti mampu memberikan dampak positif pada awal kemunculannya. Akan tetapi, penurunan stamina pada menit-menit akhir membuat kontribusi mereka, terutama ketika harus membantu pertahanan, ikut berkurang.

Tavares meminta evaluasi tidak hanya didasarkan pada siapa yang tampil agresif saat menyerang. Performa pemain harus dilihat secara utuh, termasuk kemampuan melakukan transisi ketika kehilangan maupun mendapatkan bola.

“Kalian harus melihat permainan secara keseluruhan, bagaimana mereka bertransisi saat menyerang maupun bertahan,” katanya. Situasi tersebut membuat kedalaman skuad menjadi sangat penting. Tavares menyebut kesempatan bermain akhirnya terbuka bagi pemain lain ketika sejumlah pemain utama harus menepi.

Jeda pertandingan yang cukup panjang hingga 9 Oktober menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk memulihkan kondisi sekaligus membenahi sejumlah persoalan yang terlihat di GBT. “Saya tetap bangga dengan perjuangan para pemain,” pungkas Tavares.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More