Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persebaya Buyar di Menit 89, Garudayaksa Curi Poin, Pelatih Ungkap Ini

Kota Surabaya
3 min read
Persebaya Buyar di Menit 89, Garudayaksa Curi Poin, Pelatih Ungkap Ini
Pemain Persebaya saat duel dengan pemain Garudayaksa. Intagram @officialpersebaya.
  • Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC di Gelora Bung Tomo setelah gol Alex Martins menit ke-84 dibalas Hamra Hehanussa pada menit ke-89.
  • Pelatih Bernardo Tavares menilai Persebaya dominan dan menciptakan banyak peluang, tetapi gol babak pertama dianulir VAR serta tim gagal mengunci kemenangan.
  • Tavares menyoroti kelengahan pertahanan saat sepak pojok pendek sebagai penyebab gol lawan; Persebaya kini menyiapkan laga tandang berikutnya pada 9 Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Tiga poin yang sudah berada di depan mata mendadak lenyap dalam hitungan lima menit. Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka 1-1 dengan Garudayaksa FC dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/9/2026).

Drama justru meledak ketika pertandingan memasuki lima menit terakhir. Persebaya yang sejak awal terus memburu gol akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-84. Alex Martins menjadi penyelamat sementara Bajul Ijo. Penyerang asal Brasil itu menanduk bola hasil umpan Jefferson Silva dan membawa Persebaya unggul 1-0.

GBT sempat bergemuruh. Tiga poin seolah tinggal menunggu peluit panjang. Namun, Garudayaksa menolak pulang dengan tangan kosong. Lima menit berselang, tepat pada menit ke-89, Hamra Hehanussa membuyarkan pesta Persebaya. Gol tersebut membuat skor kembali imbang 1-1 sekaligus memaksa Bajul Ijo kehilangan dua poin di depan pendukungnya sendiri.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui timnya sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk mengunci kemenangan. Ia menilai permainan Persebaya, terutama pada babak pertama, seharusnya bisa menghasilkan lebih banyak gol.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang sudah datang ke sini untuk mendukung pertandingan ini," ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Pelatih asal Portugal ini bilang, Persebaya mampu menciptakan sejumlah peluang dan tampil lebih baik pada babak pertama. Bahkan, Bajul Ijo sempat mencetak gol, tetapi dianulir VAR.

"Menurut pendapat saya, di babak pertama kita bisa bermain lebih baik. Kita menciptakan beberapa peluang. Sayangnya, kita mencetak satu gol yang kemudian dianulir oleh VAR," katanya.

Kekecewaan Tavares semakin terasa karena gol penyama Garudayaksa tercipta dari situasi yang menurutnya seharusnya bisa dicegah. Ia menyoroti kelengahan lini pertahanan Persebaya ketika menghadapi skema bola mati dari sepak pojok pendek.

"Kita juga kebobolan gol yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kita kebobolan lewat situasi set piece dari umpan sudut pendek," jelasnya.

Tavares menilai koordinasi lini belakang menjadi masalah dalam situasi tersebut. Pemain Persebaya disebut tidak naik secara sejajar, sementara tekanan terhadap pemain Garudayaksa yang menguasai bola juga tidak cukup agresif.

"Lini pertahanan kita tidak naik secara sejajar, dan kita kurang agresif dalam menekan pemain lawan yang memegang bola," katanya.

Kesalahan itu akhirnya dimanfaatkan Garudayaksa untuk mengirimkan bola ke tiang jauh hingga berujung gol Hamra. Menurut Tavares, peluang tersebut menjadi salah satu kesempatan bersih yang mampu dimanfaatkan Garudayaksa.

"Akibatnya, mereka bisa mengirim umpan ke tiang jauh dan mencetak gol—itu satu-satunya peluang bersih yang mereka miliki di babak kedua," ungkapnya.

Di sisi lain, Tavares tetap menilai Persebaya lebih dominan sepanjang pertandingan. Bajul Ijo memiliki lebih banyak peluang, lebih banyak sepak pojok, dan secara statistik menguasai berbagai aspek permainan.

"Secara keseluruhan, kita punya lebih banyak peluang mencetak gol, lebih banyak tendangan sudut, dan unggul dalam segala hal, tetapi kita gagal mencetak gol kemenangan," tuturnya.

Hasil imbang ini terasa pahit karena Persebaya sempat unggul hanya lima menit sebelum Garudayaksa mencetak gol balasan. Meski kecewa, Tavares memberikan apresiasi kepada para pemain yang tampil dalam laga dengan intensitas tinggi tersebut.

"Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Saya sangat mengapresiasi kerja keras para pemain," katanya.

Kini, Persebaya harus segera mengalihkan fokus. Tavares menyebut timnya memiliki jeda sebelum kembali bertanding pada 9 Oktober mendatang. " Sekarang, kita harus fokus bekerja keras untuk pertandingan berikutnya pada 9 Oktober mendatang untuk merebut kembali dua poin yang hilang hari ini saat laga tandang," pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More