Masih Berkutat dengan Cedera, Arema justru Pulangkan Hanif Sjahbandi

- Arema FC memulangkan Hanif Sjahbandi untuk Super League 2026/2027 setelah empat tahun berpisah, mempertimbangkan pengalaman, karakter, dan pemahamannya terhadap kultur klub.
- Gelandang 29 tahun itu belum bisa langsung bermain karena masih menjalani pemulihan cedera lutut, meski manajemen menilai pengalamannya tetap bernilai bagi tim.
- Arema FC tidak akan memaksakan Hanif segera tampil; proses pemulihan dan adaptasinya akan mengikuti rekomendasi tim medis serta pelatih hingga kondisi fisiknya optimal.
Malang, IDN Times - Arema FC masoh saja agresif jelang penutupan bursa transfer Super League 2026/2027. Singo Edan tiba-tiba memulangkan mantan bintang mudanya, Hanif Sjahbandi. Padahal mantan gelandang Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini masih belum pulih dari cedera.
1. Setelah 4 tahun berpisah, Hanif Sjahbandi kembali ke Malang

Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi. (Dok. Media Officer Arema FC) Arema FC memutuskan untuk memulangkan mantan bintang mudanya, Hanif Sjahbandi, untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Hanif pernah menjadi bintang muda harapan Aremania pada kompetisi musim 2017 hingga 2022, sebelum akhirnya memilih hengkang ke Persija Jakarta. Pemain 29 tahun ini juga menjadi bagian penting dalam torehan juara Piala Presiden di 2017 dan 2019.
Sehingga kembalinya Hanif pada musim ini sekaligus menjadi momen kepulangan bagi pemain yang memiliki perjalanan panjang bersama Arema FC. Hubungan historis tersebut sebagai salah satu nilai positif dalam proses membangun kembali skuad yang memiliki karakter dan ikatan kuat dengan klub.
"Pemahamannya terhadap karakter klub, atmosfer pertandingan, serta kultur Arema FC menjadi modal tersendiri untuk membuka kembali pintu kerja sama. Selain mempertimbangkan kebutuhan tim di lini tengah, kami juga melihat pengalaman, karakter, serta pemahaman Hanif terhadap kultur klub sebagai bagian penting dalam proses pembentukan skuad," terang General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi pada Jumat (18/9/2026).
2. Hanif Sjahbandi pulang dalam kondisi masih berjibaku dengan cedera lutut

Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi. (Dok. Media Officer Arema FC) Hanif sendiri dipastikan tidak bisa segera memperkuat Arema FC karena belum pulih dari cedera lutut. Sehingga ia diharapkan memberikan nilai positif dari sisi pengalaman dan karakter di ruang ganti. Pengalaman bermain di level kompetisi tertinggi serta kedekatannya dengan lingkungan Arema FC menjadi modal yang turut dipertimbangkan manajemen Singo Edan.
"Kami melihat Hanif bukan hanya dari kondisi hari ini, tetapi juga dari perjalanan dan potensi kontribusinya untuk Arema FC ke depan. Dia sudah mengenal klub, mengenal atmosfer di sini, dan tentu punya pengalaman yang bisa menjadi bagian dari perjalanan tim. Karena itu, prosesnya kami siapkan secara bertahap dan terukur. Yang paling penting adalah memastikan dia benar-benar kembali dalam kondisi terbaik," jelasnya.
Yusrinal kembali menekankan kalau memulangkan Hanif bukan semata-mata tentang menghadirkan kembali seorang pemain, tetapi juga bagian dari upaya membangun skuad yang memiliki keterikatan kuat dengan klub. Setelah menjalani perjalanan karier di luar Malang dengan bermain di Persija, Hanif kini kembali mengenakan identitas Singo Edan. Kepulangannya diharapkan menjadi babak baru yang melanjutkan cerita yang telah dibangun bersama Arema FC.
3. Arema FC akan menunggu Hanif benar-benar pulih

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Lebih lanjut, Yusrinal memastikan tidak akan memberikan tekanan berlebihan kepada Hanif untuk segera tampil setelah bergabung. Klub akan memberikan kesempatan kepada pemain untuk menyelesaikan tahapan pemulihan dan adaptasi sesuai rekomendasi tim medis serta tim pelatih.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Arema FC dalam menjaga keberlanjutan performa pemain. Manajemen meyakini bahwa kesiapan fisik yang optimal akan menjadi fondasi penting bagi Hanif untuk memberikan kontribusi maksimal ketika nantinya dipercaya tampil dalam pertandingan resmi.
"Tidak ada target untuk memaksakan proses. Kami ingin semuanya berjalan sesuai tahapan. Hanif tahu apa yang harus dilakukan, tim juga akan mendukung prosesnya. Jadi ketika waktunya tiba, dia bisa benar-benar memberikan kemampuan terbaiknya untuk Arema FC," pungkasnya.


















