Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arema FC Kembali Gagal Meraih Kemenangan di Kandang

Kab. Malang
3 min read
Arema FC Kembali Gagal Meraih Kemenangan di Kandang
Careca saat merayakan gol ke gawang Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)
  • Arema FC bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan setelah gol Zanadin Fariz dibalas penalti Careca; Persik mempertahankan dominasi dengan tiga kemenangan dalam lima pertemuan.
  • Pelatih Marcos Santos menilai Arema terlambat bangkit dan gagal memaksimalkan banyak peluang babak kedua, termasuk gol Walisson Maia yang dianulir offside pada menit ke-89.
  • Arema belum memasang striker murni sejak awal karena Mauro Zijlstra dan Samuel Otusanya belum fit sepenuhnya; Careca menyebut tim kecewa setelah tampil buruk pada babak pertama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Malang, IDN Times - Persik Kediri nyaris mengalahkan Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (18/9/2026). Persik unggul lebih dulu di menit keenam lewat kaki Zanadin Fariz, sampai Arkhan Fikri dilanggar Park Jun-heong di menit 29, sehingga Careca sukses mengeksekusi penalti dan skor berakhir imbang 1-1. Hasil ini semakin mengukuhkan dominasi Persik atas Arema FC, di mana Singo Edan hanya sekali menang di 5 pertemuan keduanya, Macan Putih menang 3 kali dan 1 kali imbang.

  1. 1. Arema FC punya masalah pada finishing touch

    Potret pelatih Arema FC Marcos Santos mengenakan pakaian olahraga dalam suasana kegiatan sepak bola tim.
    Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Pelatih Arema FC, Marcos Santos menilai jika pemain-pemainnya terkejut dengan gol Persik Kediri di menit-menit awal, sehingga bisa mendominasi di lini tengah permainan. Tapi Singo Edan baru bangkit di babak kedua, sehingga bisa menguasai jalannya pertandingan. Sayangnya banyak peluang yang tidak bisa dimanfaatkan menjadi gol oleh Gustavo Franca dan kawan-kawan. Arema FC bahkan sempat mencetak gol kedua lewat sundulan kepala Walisson Maia di menit 89, sayangnya gol ini dianulir karena terjebak offside.

    "Kami menciptakan banyak peluang di babak kedua, tapi sekali lagi, ini derby, ini sulit dan keras. Kami ingin memberikan kemenangan ini untuk Aremania, tapi hari ini belum rezekinya, jadi kami akan terus bekerja, berkembang, dan semoga pertandingan berikutnya kami bisa meraih tiga poin," terangnya usai pertandingan.

    Meskipun demikian, Marcos mengaku lebih kecewa saat menghadapi PSM Makassar dibandingkan Persik Kediri sore ini. Pasalnya dalam laga tersebut mereka sudah unggul 2 gol, tapi berhasil dikejar oleh Juku Eja, sementara dalam laga ini posisi Arema FC sebagai pengejar. "Kami mulai menciptakan banyak peluang di babak kedua yang bisa saja memberi kami kemenangan. Namun sekali lagi, ini pertandingan yang sulit," sambungnya.

  2. 2. Pelatih Arema FC beberkan alasan tidak memasang striker murni sejak menit pertama

    Pemain Arema FC Careca merayakan gol dengan ekspresi gembira dalam pertandingan melawan Persik Kediri.
    Careca saat merayakan gol ke gawang Persik Kediri. (Dok. Media Officer Arema FC)

    Pada 3 laga awal Super League 2026/2027 ini, Marcos Santos tidak pernah memainkan striker murni sejak menit pertama, Gustavo França dipaksa menjadi false nine. Ternyata keputusan ini diambil oleh tim pelatih Arema FC karena belum ada striker yang kondisi fisiknya sudah fit, termasuk 2 rekrutan barunya yaitu Mauro Zijlstra dan Samuel Otusanya.

    "Otusanya dan Mauro belum 100% kondisinya untuk melakukan itu, makanya kami memilih cara bermain seperti tadi (false nine) untuk memulai pertandingan. Tapi itu adalah langkah berikutnya yang mungkin akan kami lakukan," jelasnya.

    Samuel Otusanya sebenarnya dimasukkan oleh Marcos pada menit 58, sayangnya ia tidak mampu berbuat banyak dalam laga ini. Marcos membela sang pemain yang baru datang beberapa hari di Malang, sehingga ia membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

    "Mengenai Otusanya, dia belum 100 persen karena baru dua kali latihan bersama kami. Dia bisa bermain sebagai winger yang masuk dari lini tengah. Meskipun belum 100 persen, dia memberikan yang terbaik, tidak berhenti bertarung, mencari bola, dan membuat pergerakan yang bagus," jelasnya.

  3. 3. Gelandang Arema FC kecewa berat dengan hasil ini

    Gelandang Arema FC Careca mengenakan jersey klub dalam potret saat menjalani laga sepak bola di lapangan.
    Gelandang Arema FC, Careca. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Gelandang serang Arema FC, Raianderson da Costa Morais alias Careca mengatakan jika ia dan rekan-rekannya kecewa berat dengan hasil ini. Ia mengakui Singo Edan bermain buruk di babak pertama hingga kebobolan sangat cepat, tapi mereka berhasil bangkit di babak kedua. Sayangnya mereka tidak beruntung karena banyak peluang yang gagal berbuah gol.

    "Sebelum bertanding kami (pemain) sudah berbicara, kami sudah tahu ini akan jadi laga yang berat melawan Persik karena mereka juga punya tim yang bagus. Jadi yang akan kami lakukan kedepannya adalah terus bekerja, bekerja, bekerja, dan memberikan tiga poin di pertandingan berikutnya," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More