Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tavares Bongkar PR Persebaya Usai Ditahan PSIS

Tavares Bongkar PR Persebaya Usai Ditahan PSIS
Aksi bek baru Persebaya, Yuran Fernandes saat lawan PSIS. Instagram @officialpersebaya.
Intinya Sih
  • Bernardo Tavares menilai hasil imbang 2-2 melawan PSIS jadi bahan evaluasi penting jelang Piala Presiden 2026, terutama dalam membangun kombinasi permainan dan meningkatkan soliditas tim.
  • Tavares menyoroti kurangnya pergerakan tanpa bola serta pentingnya disiplin menjalankan taktik agar Persebaya tidak kehilangan ritme dan peluang saat menyerang maupun bertahan.
  • Kondisi fisik pemain dan fokus setelah bermain lebih dari satu jam masih jadi perhatian, sementara empat pemain muda asal Surabaya diberi kesempatan tampil sejak awal sebagai bentuk kepercayaan pelatih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times – Hasil imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga Persebaya 99 Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026), menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Jelang tampil di Piala Presiden 2026, pelatih asal Portugal itu mengaku sudah mengantongi sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Tavares mengatakan, dalam sepekan terakhir tim barunya mulai menunjukkan perkembangan, terutama dalam membangun kombinasi permainan. Namun, ia menilai masih banyak aspek yang harus ditingkatkan agar Persebaya tampil lebih solid saat kompetisi resmi dimulai.

"Sebagai pelatih saya selalu melihat hal-hal yang baik dan hal-hal yang perlu ditingkatkan. Saya menyukai beberapa kombinasi yang sudah kami buat," ujarnya.

Meski demikian, Tavares menyoroti minimnya pergerakan tanpa bola dari para pemain. Menurutnya, pemain yang tidak menguasai bola harus lebih aktif membuka ruang agar rekan setim memiliki lebih banyak opsi saat menyerang.

"Kami perlu memberikan lebih banyak solusi untuk pemain yang menguasai bola, bukan bersembunyi di belakang pemain lawan. Itu yang harus kami latih," katanya.

Ia juga meminta anak asuhnya tetap disiplin menjalankan rencana taktik yang telah disiapkan selama latihan. Tavares menilai dua gol Persebaya lahir karena pemain menjalankan instruksi dengan baik. Sebaliknya, saat pemain keluar dari skema permainan, tim justru kehilangan bola dan memberi peluang kepada PSIS untuk mencetak gol.

"Ketika kami melakukan apa yang sudah kami latih, kami bisa mencetak gol dan menciptakan peluang. Tapi ketika mencoba hal lain yang tidak dipahami rekan setim, kami kehilangan bola dan setelah itu lawan bisa mencetak gol," ungkapnya.

Selain persoalan taktik, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian. Tavares melihat beberapa pemain mulai kehilangan fokus setelah bermain lebih dari satu jam, sehingga kualitas pengambilan keputusan ikut menurun.

"Saya melihat pemain yang bermain lebih dari satu jam mengalami kelelahan. Setelah itu keputusan mereka tidak begitu baik. Tapi ini normal karena mereka sudah cukup lama tidak bermain," jelasnya.

Dalam laga tersebut, Tavares juga memberi kesempatan kepada sejumlah pemain muda menunjukkan kemampuannya. Bahkan, ia menurunkan empat pemain asal Surabaya sejak menit awal sebagai bentuk kepercayaan terhadap talenta lokal.

"Kami memulai pertandingan dengan empat pemain dari Surabaya. Kalau pemain Surabaya layak bermain, saya sama sekali tidak takut memainkan mereka," tegasnya.

Meski menemukan sejumlah catatan positif, Tavares menegaskan Persebaya masih harus bekerja keras agar siap bersaing di musim baru. Ia berharap proses pembenahan terus berjalan sebelum Bajul Ijo tampil di Piala Presiden dan mengarungi Super League 2026/2027.

"Kami masih perlu banyak berkembang jika ingin menjalani musim yang baik," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Latest Sport Jawa Timur

See More