Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pesta 99 Tahun Persebaya Ternoda Comeback PSIS
Debut pemain baru Persebaya, Yan Mabela saat lawan PSIS Semarang di Stadion GBT Surabaya. Instagram @officialpersebaya
  • Persebaya Surabaya gagal menang di laga ulang tahun ke-99 setelah ditahan imbang 2-2 oleh PSIS Semarang meski sempat unggul dua gol di Stadion Gelora Bung Tomo.
  • Pelatih Bernardo Tavares menilai pertandingan ini sebagai ajang uji mental dan kesiapan pemain baru menghadapi tekanan atmosfer stadion yang penuh dukungan Bonek dan Bonita.
  • Tavares mengapresiasi banyaknya peluang tercipta namun menyoroti kesalahan individu serta penyelesaian akhir yang kurang tajam, sambil memastikan tim masih dalam tahap awal persiapan musim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya gagal menutup laga perayaan ulang tahun ke-99 dengan kemenangan. Sempat unggul dua gol, Bajul Ijo harus puas bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga Persebaya 99 Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026).

Persebaya membuka keunggulan melalui Alex Martins pada menit ke-35. Memasuki babak kedua, Yan Mabela menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-52 dan membuat ribuan Bonek yang memadati GBT bersorak.

Namun keunggulan itu gagal dipertahankan. PSIS bangkit lewat dua gol Lorensius Sabda pada menit ke-74 dan 84 yang memaksa pertandingan berakhir sama kuat 2-2.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares mengaku hasil tersebut bukan target utama timnya. Menurut dia, laga persahabatan ini dimanfaatkan untuk menguji mental dan kesiapan pemain, terutama para rekrutan anyar yang baru pertama kali merasakan atmosfer Stadion GBT.

"Satu hal adalah saat latihan, hal lain adalah tekanan di dalam pertandingan. Saya ingin melihat siapa pemain yang memiliki kapasitas bermain di bawah tekanan. Bermain di GBT dengan atmosfer seperti ini sangat berbeda," ujar Tavares.

Pelatih asal Portugal itu mengapresiasi dukungan penuh Bonek dan Bonita yang memenuhi stadion. Ia juga menilai timnya mampu menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan.

"Ada banyak hal yang saya sukai dari tim. Kami menciptakan banyak peluang. Tapi ada juga yang tidak saya sukai, yaitu kami kebobolan dua gol akibat beberapa kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya tidak boleh terjadi," katanya.

Tavares menilai Persebaya seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol. Namun penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat keunggulan dua gol akhirnya sirna. "Kami punya peluang untuk mencetak empat atau lima gol lagi. Kami harus lebih akurat dalam penyelesaian akhir dan lebih cepat mengalirkan bola," ucapnya.

Ia juga mengakui kondisi fisik beberapa pemain belum berada di level terbaik karena tim baru menjalani fase awal persiapan musim. "Beberapa pemain memang masih kelelahan. Itu normal karena kami baru memulai latihan," ujarnya.

Meski gagal mempersembahkan kemenangan di hadapan pendukung sendiri, Tavares optimistis Persebaya akan tampil lebih baik saat kompetisi Super League 2026/2027 dimulai.

"Tentu kami ingin menang di kandang dengan stadion penuh. Tapi inilah sepak bola. Mereka punya tiga tembakan ke gawang dan mencetak dua gol, sedangkan kami punya banyak peluang tetapi hanya mencetak dua gol. Saya berharap di pertandingan berikutnya kami bisa meraih hasil yang lebih baik," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article