Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Persebaya Legawa Semifinal Dipindah ke Bali
Selebrasi kemenangan Persebaya atas PSMS di Stadion Gelora Bung Tomo dalam Piala Presiden 2026. Instagram @officialpersebaya.
  • Manajemen Persebaya mendukung pemindahan semifinal dan final Piala Presiden 2026 ke Bali karena menilai venue netral lebih adil bagi seluruh peserta.
  • CEO Persebaya Azrul Ananda mengusulkan semifinal dan final digelar di lokasi sama agar tidak ada tim dirugikan oleh perpindahan venue dalam jadwal padat.
  • Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim siap menjadi tuan rumah, tetapi Persebaya meminta ego dikesampingkan demi menghindari risiko bagi persiapan musim kompetisi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times – Manajemen Persebaya akhirnya angkat bicara terkait keputusan panitia memindahkan venue semifinal dan final Piala Presiden 2026 ke Bali. Alih-alih kecewa, Bajul Ijo justru menyatakan mendukung penuh keputusan tersebut karena dinilai lebih adil bagi seluruh tim peserta.

CEO Persebaya Azrul Ananda mengaku bahwa dirinya termasuk pihak yang mengusulkan agar laga semifinal hingga final digelar di venue netral. Menurutnya, keputusan itu bukan semata-mata melihat siapa tim yang lolos, tetapi mempertimbangkan aspek keadilan kompetisi dan jadwal pertandingan yang sangat padat.

"Saya termasuk yang mendukung keputusan semifinal dan final di tempat netral. Bukan hanya karena siapa yang bertanding, tetapi juga karena jadwal yang mepet antara semifinal dan final," ujarnya dalam keterengan tertulis yang diterima, Senin (3/8/2026).

Azrul mengungkapkan, pembahasan mengenai venue sudah dilakukan sejak usai laga Persebaya melawan Port FC. Saat itu, ia berdiskusi dengan Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot )Surabaya maupun Pemprov Jatim sebenarnya telah menyatakan kesiapan apabila dipercaya menjadi tuan rumah, khususnya untuk partai final. Namun, menurutnya, memusatkan semifinal dan final di satu lokasi merupakan pilihan yang paling ideal.

"Mas Eri dan Pak Sekda selalu siap apabila harus diselenggarakan di Surabaya, khususnya kalau laga final. Tapi saya justru mengusulkan supaya di tempat netral," katanya.

Azrul menilai penyelenggaraan semifinal dan final di venue yang sama akan menghindarkan salah satu tim dari kerugian akibat perpindahan lokasi pertandingan dalam waktu yang singkat.

"Jadi kedua babak itu sebaiknya di tempat yang sama sehingga tidak ada satu pun tim yang dirugikan karena perpindahan lokasi," ucapnya.

Menurut Azrul, seluruh pihak perlu mengesampingkan ego masing-masing karena Piala Presiden merupakan turnamen pramusim. Ia mengingatkan agar tidak muncul risiko yang justru berdampak terhadap persiapan klub menghadapi kompetisi resmi.

"Dengan situasi ini, kita harus bisa mengesampingkan segala ego. Bagaimanapun ini adalah pramusim. Jangan sampai terjadi unnecessary risk yang kemudian berdampak pada musim sebenarnya," tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article