Malang, IDN Times - Arema FC dipastikan kembali gagal memperpanjang rekor sebagai peraih trofi Piala Presiden usia tumbang dari Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 pada Kamis (4/8/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Satu gol dari Gustavo Frendandes di akhir babak pertama tak mampu dikejar pemain-pemain Singo Edan. Bahkan Diego Landis harus terkena kartu merah di menit 66, membuat Persebaya semakin di atas angin.
Dipastikan Gagal Perpanjang Rekor Piala Presiden, Pelatih Arema Kecewa

1. Pelatih Arema FC sebut timnya bermain lebih baik, tapi tidak beruntung
Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengungkapkan jika sebenarnya timnya bermain baik pada Kamis malam. Tapi mereka gagal mengkonversikan setiap peluang menjadi gol. Meskipun demikian, Marcos tetap meminta maaf karena kembali gagal menyabet gelar Piala Presiden untuk kedua kalinya.
"Kami bermain sangat baik dan terus berkembang di setiap pertandingan untuk menjadi tim yang lebih baik. Kami sangat percaya diri untuk menghadapi laga-laga berikutnya di Liga 1," terangnya pada Rabu (5/8/2026).
Arema FC memang sangat terlihat kehilangan sosok Gustavo Henrique karena cedera otot paha depan. Striker asal Brasil ini telah mengantongi 4 gol dalam 3 pertandingan Piala Presiden 2026, dan Joel Vinicius belum mampu menggantikan perannya dengan baik.
2. Arema FC incar kemenangan menghadapi Persija di laga terakhir
Kini Singo Edan tetap harus melakukan perebutan juara ketiga menghadapi Persija Jakarta pada Kamis (6/8/2026) sore di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar. Marcos Santos menyampaikan jika target mereka adalah menang, sehingga kedatangan mereka di Bali tidak terlalu sia-sia.
"Kami harus menjaga kehormatan jersey Arema dan akan melakukan segala hal untuk memenangkan pertandingan. Kami perlu memulihkan kondisi pemain karena hanya ada waktu 1 hari untuk istirahat. Bermain tanpa pendukung sangat disayangkan karena kehadiran mereka memberikan perbedaan besar," jelasnya.
3. Matheus Blade sangat kecewa Arema FC kalah dari Bajol Ijo
Sementara itu, Pemain Arema FC, Matheus Blade mengaku sangat kecewa dengan kekalahan menghadapi Bajol Ijo. Menurutnya, Arema FC bermain lebih bagu, tapi mereka dihukum hanya karena 1 kesalahan di penghujung babak pertama, kemudian mereka juga gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.
Arema bermain lebih baik daripada Persebaya, namun pada akhirnya sepak bola adalah tentang siapa yang mencetak gol dialah yang menang. Tapi kqmi sangat percaya diri dengan tim dan kerja keras kami. Kami bermain lebih baik, tetapi kebobolan 1 gol dan akhirnya kalah," pungkasnya.
Curated For You
- Arema FC Masuk Semifinal Piala Presiden, Tapi Strikernya jadi Tumbal02 Agu 2026, 18:01 WIB
- Lengkap Sudah, Gustavo Henrique jadi Pemain Asing ke-11 Arema FC18 Jul 2026, 14:27 WIB