Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Walkot Madiun "Pamer" Upaya Tangani COVID-19 di Depan Jokowi
Wali Kota Madiun, Maidi saat melakukan teleconfrence dengan Presiden Jokowi, Kamis (25/6) (Tangkapan layar YouTube)

Surabaya, IDN Times - Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan laporan ke Presiden Joko 'Jokowi' Widodo bahwa Kota Pecel itu berstatus zona hijau. Artinya daerah ini berisiko sangat rendah atau risiko terkontrol terkait penularan kasus COVID-19. Sayangnya, tak berlangsung lama Kota Madiun menjadi zona kuning, Rabu malam (24/6).

"Ada beberapa hal yang perlu sampaikan, khususnya untuk Kota Madiun, pernah diumumkan pernah zona hijau," ujarnya ketika video conference yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (25/6).

1. Libatkan tiga pilar

Wali Kota Madiun Maidi saat melaksanakan konferensi pers di Balai Kota Madiun, Kamis (11/6). Dok.IDN Times/Diskominfo Kota Madiun

Perubahan status zona dari merah ke hijau di daerah ini diklaim karena adanya pelacakan secara cepat oleh Gugus Tugas Kota Madiun. Salah satu strategi yang dibeberkan oleh Maidi ialah melibatkan unsur paling bawah yakni tiga pilar di kelurahan. Ada Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Setiap ada ODR (orang dengan risiko) datang dari luar semuanya terdeteksi by name by adress harus menghadap ke tim tiga pilar," katanya.

2. Orang dari luar kota wajib lapor

Default Image IDN

Sehingga, lanjut Maidi, apabila ada orang yang baru saja tiba dari luar kota maka harus melakukan prosedur wajib lapor ke kelurahan. Tak hanya itu, semua unsur diminta patuh serta menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, membiasakan cuci tangan hingga jaga jarak di tempat umum.

"Mudah mudahan protokol kesehatan sampai ke bawah," ucapnya.

3. Penanganan basis lokal dinilai efektif

Default Image IDN

Upaya-upaya yang dipaparkan Wali Kota Madiun ini langsung diapresiasi oleh Jokowi. Dia juga ingin daerah lain segera mencontoh untuk menperkuat strategi penanganan COVID-19 berbasis lokal. Selain di tingkat desa/kelurahan, juga diimbau melibatkan unsur RW.

"Intervensi di basis lokal saya kira akan lebih mudah untuk dikendalikan," imbuhnya.

4. Selain kesehatan, bansos juga penting

Default Image IDN

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga berpesan ke Bupati/Wali Kota tidak sekadar memperhatikan sektor kesehatan saja. Dia menginstruksikan bantuan sosial (bansos) agar terus dipantau. "Jangan ada yang tercecer. Sehingga masyarakat yang memerlukan bantuan betul-betul bisa mendapatkan," dia menegaskan.

"Kemudian stimulus ekonomi, APBD juga harus berpikiran masuk ke sini, nasional ada, daerah kalau ada akan lebih baik. Belanja modal barang segera dilakukan agar terjadi percepatan pertumbuhan di masyarakat," Jokowi melanjutkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article