Surabaya, IDN Times - Viral di media sosial pelamar kerja di Surabaya dimintai data diri lengkap, mulai nama, alamat rumah, Nomor Induk Keluarga (NIK), nama orangtua, hingga mengisi foto dengan memegang KTP. Bahkan, pelamar mendapat pelecehan seksual.
Hal ini diungkap oleh akun media sosial Threads dengan nama akun @tikusgarong000. Dalam postingan, pemilik akun menyebut bahwa perusahan itu bergerak di bidang logistik.
Pemilik akun menceritakan bahwa proses rekrutmen di tempat tersebut dirasa ada kejanggalan. Perusahaan meminta pelamar mengisi 2 link data diri.
"Buat teman-temanyang mau cari kerja di surabaya hati-hati ya lebih aware lagi, dari pengalaman pribadi gw ada salah satu perusahaan logistik yang mulai dari proses rekrutmen tahap awalnya sedikit janggal. biasanya proses ke tahap interview cuma disuruh bawa dokumen, beda sama perusahaan ini dia suruh untuk mengisi terlebih dahulu 2 link, yang satu link untuk mengisi data diri tapi ini data dirinya yang sampai privasi banget bahkan sampai disuruh foto sambil pegang ktp sumpahh. Aku sertakan buktinya," tulis pemilik akun dan telah mendapat izin dikutip IDN Times.
Pemilik akun menyebut bahwa proses wawancara di dalam sebuah ruangan berangsung cukup lama, yakni mencapai dua jam. Hal ini pun dirasa janggal, sebab wawancara HRD biasannya tak selama itu.
"Terus yang link 2 untuk tes online biasa. kejanggalan kedua HRD nya menurut gw terlalu ramah (sebelum tau aslinya), tidak seperti hrd pada umumnya yang cenderung agak sedikit cuek yaa. Gw dateng kesana kan untuk ikut tahap interview tapi sebelum gw ada yang interview tapi ini interviewnya lama banget sumpah kek apasih baru interview hrd masa sampek 2 jam lebih."
Pemilik akun menceritakan, saat kandidat pelamar keluar dari ruang wawancara, wajah pelamar berubah seperti takut dan buru-buru. Bahkan, orang perusahaan ikut mengantar pelamar keluar.
"Dan kalian tau gak setelah 2 jam lebih akhirnya yang interview ini keluar tapi muka dia itu kayak agak takut dan buru2 gitu. si oknum hrd ini nganterin dia sampek depan pintu ruangan dia dan ngebukain pintunya kek tidak membiarkan kita saling ngobrol takut kali yaa para peserta ini ketemu dan saling ngobrol dan kebongkar dah rahasianya."
Ternyata, proses wawancara yang memakan waktu dua jam itu, tak sekedar wawancara. Ada dugaan pelecehan seksual yang dilakukan perusahaan terhadap pelamar kerja.
"Sumpah ini gak nyangka banget sihh, ternyata yang buat interview sampek 2 jam itu si oknum hrd ini melakukan pelecehan seksual kepada semua kandidat cewek. Modusnya beragam ada yang disuruh pijat paha dia bahkan dia mau lepas celana kek whatttt j*nc*k banget, ada yang yang disuruh cium bibir untuk membuktikan kalo kandidat ini gak lesbi," tulis pemilik akun.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tanaga Kerja (Disperinaker) Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Pihaknya sudah menindaklanjuti dengan menghubungi pemilik akun.
“Sudah dikontak pelapor tapi ternyata yang bersangkutan bukan korban, hanya melaporkan kejadian di Threads,” ujar Hebi, Jumat (18/9/2026).
Atas dugaan tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jatim untuk menindaklanjuti. Langka selanjutnya adalah mendatangi perusahaan tersebut untuk minta keterangan.
"Diperlukan kunjungan untuk pembinaan dari tim mediator dan pengantar kerja. Disperinaker akan koordinasi menindaklanjuti sesuai kewenangan dengan kunjungan lapangan ke lokasi kejadian,” pungkas dia.
