Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral Guru Piting Siswa SMK di Malang, Begini Respons Disdik Jatim

Viral Guru Piting Siswa SMK di Malang, Begini Respons Disdik Jatim
Mediasi antara AK dan R yang dilakukan oleh Disdik Provinsi Jawa Timur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Share Article

Malang, IDN Times - Media sosial dihebohkan dengan video seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berinisial AK yang memiting siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMKN 12 Kota Malang berinisial R (17) saat jam pelajaran pada Rabu (31/7/2024). Kejadian ini terjadi karena R terlambat masuk kelas dan berbohong tidak membawa handphone ke sekolah.

Kejadian ini kemudian jadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur. Plt Kadisdik Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai langsung turun tangan menangani kasus ini.

1. Kadisdik Provinsi Jawa Timur beberkan alasan guru memiting siswa di Malang

Mediasi antara AK dan R yang dilakukan oleh Disdik Provinsi Jawa Timur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Mediasi antara AK dan R yang dilakukan oleh Disdik Provinsi Jawa Timur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Aries mengatakan jika pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari kedua pihak. Ia mengatakan sudah ada kesamaan terkait penyebab AK memiting R di dalam kelas. Penyebabnya adalah R yang terlambat masuk ke dalam kelas, ia kemudian dihukum berdiri di depan kelas, tapi selama dihukum R terus bercanda.

AK kemudian menanyakan apakah R membawa handphone ke dalam kelas, R menjawab jika handphonenya tertinggal di kelas sebelah. Tapi ternyata di dalam sakunya ada handphone miliknya, hal ini membuat AK naik pitam dan memiting R dari belakang sambil duduk. Tapi menurut AK ini hanya bercanda, dan R tidak mengalami luka apapun.

"Jadi kami telah mengumpulkan data dan informasi baik dari sekolah, kepala sekolah, dari kepala cabang dinas wilayah Kota Malang dan Kota Batu, bersama dengan kepala bidang SMK. Setelah itu kami mengumpulkan orang tua dan siswanya, kemudian juga guru Pendidikan Agama Islam," terangnya saat dikonfirmasi pada Selasa (6/8/2024).

2. Aries mengatakan jika kedua pihak sepakat berdamai

Mediasi antara AK dan R yang dilakukan oleh Disdik Provinsi Jawa Timur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Mediasi antara AK dan R yang dilakukan oleh Disdik Provinsi Jawa Timur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Aries mengatakan jika hasil dari mediasi yang dilakukan Disdik Provinsi Jawa Timur telah menghasilkan kesepakatan damai. AK telah meminta maaf kepada R dan orang tuanya. Begitu juga orang tua R dan R juga meminta maaf kepada AK.

"Guru tersebut sudah mengaku salah. Dia sadar bahwa tindakan yang dilakukan di luar dari ketentuan yang berlaku sebagai seorang guru kepada siswanya," jelasnya.

3. Aries tegaskan tidak akan memberikan ruang bagi perundungan di lingkungan sekolah di Jawa Timur

Mediasi antara AK dan R yang dilakukan oleh Disdik Provinsi Jawa Timur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Mediasi antara AK dan R yang dilakukan oleh Disdik Provinsi Jawa Timur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Aries menegaskan jika ia tidak akan memberikan ruang untuk aksi perundungan di lingkungan sekolah. Ia tidak segan memberikan hukuman baik itu kepada siswa, guru, dan lainnya. 

"Kami berkomitmen bahwa tidak boleh ada perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, apakah itu yang dilakukan para siswa maupun oleh guru, begitu juga orang tua. Dan kedua pihak sudah membuat surat pernyataan bahwa apa yang telah terjadi dimaafkan," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama

Latest News Jawa Timur

See More

Suroboyo Bus Kecelakaan, Dua Orang Luka-luka Kena Pecahan Kaca

02 Jun 2026, 21:46 WIBNews