Verifikasi Mudik Gratis Jatim Diserbu Warga, Dishub Perketat Validasi

- Antusiasme warga terhadap program Mudik Gratis Pemprov Jatim 2026 membludak, ratusan orang datang ke Kantor Dishub Jatim untuk melakukan verifikasi berkas pendaftaran moda bus.
- Dishub Jatim memperketat proses validasi agar kuota mudik gratis diberikan hanya kepada peserta yang memenuhi syarat dan memiliki dokumen lengkap sesuai ketentuan.
- Program ini diharapkan meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik Lebaran.
Surabaya, IDN Times - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim), Nyono menyebut bahwa antusiasme masyarakat terhadap program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus membludak. Pada tahap erifikasi pendaftaran daring (online) moda bus tahun 2026, ratusan warga memadati Kantor Dishub Jatim untuk melakukan validasi berkas.
Nyono, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan besar terhadap layanan transportasi mudik yang aman dan terorganisir. “Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan secara ketat dan tertib untuk memastikan kuota program benar-benar diberikan kepada peserta yang memenuhi syarat. Dishub Jatim juga mengingatkan pendaftar agar memastikan seluruh dokumen persyaratan lengkap sebelum datang ke lokasi verifikasi.
“Proses verifikasi ini kami lakukan secara teliti agar kuota yang tersedia benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak,” jelasnya.
Selain meringankan beban ekonomi masyarakat melalui penyediaan transportasi gratis, program mudik ini juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran.
Dishub Jatim berharap program tersebut dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang selama ini menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan saat arus mudik.
“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat tidak perlu lagi menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jauh saat mudik sehingga potensi kecelakaan bisa ditekan,” pungkas Nyono.


















