Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TNI AL Uji Daya Jangkau Amunisi Terkait Kasus Peluru Nyasar di Gresik

TNI AL Uji Daya Jangkau Amunisi Terkait Kasus Peluru Nyasar di Gresik
ilustrasi peluru (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • TNI AL memeriksa 119 personel dan menguji daya jangkau amunisi terkait kasus peluru nyasar yang melukai siswa SMP di Gresik.
  • Pengujian dilakukan untuk memastikan apakah peluru latihan Marinir bisa menempuh jarak lebih dari 1,6 kilometer, dengan dukungan data teknis dari PT Pindad.
  • Hasil uji akan menjadi bahan evaluasi kelayakan lokasi lapangan tembak, sementara korban telah menerima pengobatan dan santunan serta dipersilakan menempuh jalur hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Korps Marinir TNI AL kini tengah mendalami peristiwa peluru nyasar yang dialami oleh remaja berinisial DFH (13) siswa SMP 33 Gresik. Sebanyak 119 personel diperiksa dan uji daya jangkau amunisi juga dilakukan.

Peristiwa peluru nyasar ini terjadi pada 17 Desember 2025. Diduga peluru tersebut berasal dari kegiatan latihan yang dilakukan Korps Marinir TNI AL di lapangan tembak Bumi Marinir Karang Pilang, Surabaya.

Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) Meyjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). Pihaknya siap bertanggungjawab apapun hasil pemeriksaan nanti.

"Prosedur SOP ada yang salah ya kita lakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku dan betul-betul tidak hanya retorika ya. Salah SOP, siapa yang salah di situ bertanggungjawab itu yang akan kita lakukan penindakan," ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia memastikan, sejauh ini sudah ada 119 personel yang telah diperiksa. "Ada 119 yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa ya," ujarnya,

Selain itu, nantinya akan ada pengujian terkait daya jangkau amunisi. Sebab, diduga jarak antara lapangan tempat dengan TKP siswa terkena peluru sekitar 2,3 kilometer. Sementara, proyektil memiliki spesifikasi jarak tembak efektif sekitar 400 meter dan akan melemah di jarak 1.600 meter.

"Nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu. Nah, nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta ya untuk memperkuat uji tersebut sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan betul-betul nanti akurat gitu," ujarnya.

Pengujian dilakukan untuk membuktikan apakah benar peluru milik mereka melesat sajauh lebih dari 1,6 kilometer. Sebab, selama mereka latihan, tak pernah didapati ada peluru keluar dari area lapangan tembak.

"Kalau evaluasi tadi itu kita akan melaksanakan evaluasi jelas secara komprehensif ya bahwa itu peluru kok bisa sampai ke sana," tutur dia.

Tak hanya itu, pihaknya akan menghadirkan ahli dari PT Pindad sebagai perusahaan penyedia proyektil untuk memberi penjelasan tentang akurasi daya jangkau amunisi.

Hasil pengujian nantinya akan dijadikan bahan evaluasi bagi Korps Marinir untuk mempertimbangkan apakah masih layak lapangan tembak berada di lokasi tersebut. Hal ini juga berkaitan dengan keamanan masyarakat.

"Kami terus akan mencari titik temu yang terbaik ya karena kalau kita tidak latihan nembak juga, itu pertanggungjawaban kita kepada masyarakat juga, pajak mereka yang kita digunakan latihan juga uang dari masyarakat," sebutnya.

Sementara terkait pertanggungjawaban kepada korban, Oni memastikan, pihaknya sudah memberikan kewajiban kepada korban sejak peristiwa ini terjadi. Pertanggungjawaban itu mulai dari memberi pengobatan hingga santunan.

"Kita sudah komunikasi ya. Tadi sudah dijelaskan dengan detail. Kita sudah mencoba mengobati dari awal. Kemudian sampai kontrol yang pertama. Kemudian tadi itu ada muncul somasi ya proses hukum ya silakan," jelas dia.

Pihaknya juga mempersilahkan keluarga korban membawa kasus ini ke proses hukum. Pihaknya memastikan, tak akan menutup-nutupi kasus.

"Kalau Budi Dewi tetap menuntut untuk proses hukum kita pun kita dipersilakan tidak ada yang kita hambat atau kita tutup-tutupi ya," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More