Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tepuk Tangan Pecah saat Ketum PBNU Pastikan Muktamar Belum Bertuan

Tepuk Tangan Pecah saat Ketum PBNU Pastikan Muktamar Belum Bertuan
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat sambutan penutupan Munas Konbes NU di Bangkalan. Tangkapan layar YouTube.
Intinya Sih
  • Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan lokasi Muktamar ke-35 NU belum diputuskan, meski jadwalnya tetap 1–5 Agustus 2026 dan disambut tepuk tangan peserta.
  • Pernyataan ini mengakhiri polemik setelah sidang pleno di Kediri ricuh akibat anggapan Muktamar ditetapkan di Pondok Pesantren Lirboyo, yang kemudian dibatalkan oleh Rais Aam PBNU.
  • Yahya mengajak warga NU menjaga komitmen kebangsaan serta optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan dengan berpegang pada nilai iman dan istiqamah dalam perjuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bangkalan, IDN Times - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU hingga kini belum diputuskan. Pernyataan itu disampaikan saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Selasa (23/6/2026), dan langsung disambut tepuk tangan meriah dari ribuan peserta.

Penegasan tersebut sekaligus mengakhiri polemik yang mencuat sehari sebelumnya saat rapat pleno penentuan lokasi Muktamar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, sempat ricuh akibat muncul anggapan bahwa Muktamar telah diputuskan digelar di Pondok Pesantren Lirboyo.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran pengurus PBNU, Yahya menegaskan Muktamar ke-35 NU tetap dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. Namun, lokasi penyelenggaraannya masih menunggu keputusan resmi PBNU.

"Muktamar ke-35 NU insyaallah digelar 1-5 Agustus yang akan datang. Di tempat yang akan segera disepakati bersama," ujar Yahya yang disambut aplaus peserta.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan resmi PBNU bahwa belum ada satu pun daerah yang ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Sebelumnya, sidang pleno di Kediri diwarnai adu argumentasi hingga aksi saling dorong setelah muncul anggapan keputusan telah diketok untuk menetapkan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi Muktamar.

Kala itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar langsung mencabut keputusan tersebut dan menegaskan penetapan lokasi belum final. PBNU kemudian memastikan pembahasan akan dilanjutkan melalui mekanisme internal dengan mempertimbangkan sejumlah usulan daerah, antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Dalam pidato penutupnya, Yahya juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama menjaga komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Ia menegaskan NU akan tetap berdiri sebagai bagian dari kekuatan yang menjaga negara.

"Kami semua rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta," katanya.

Yahya optimistis bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan selama tetap berpegang teguh pada nilai keimanan dan istiqamah dalam perjuangan.

"Kami yakin dengan hikmah istiqamah, di hadapan tantangan dan ancaman apa pun, janji Allah tidak akan terpeleset. Pertolongan Allah akan datang selama kita teguh dalam iman dan istiqamah dalam perjuangan," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More