Target Dua Pekan Atasi COVID-19 Jatim Meleset, Jokowi Terbitkan Inpres

Surabaya, IDN Times - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jawa Timur (Jatim), Kamis (16/7/2020). Kali ini dia ke Rumah Sakit (RS) Lapangan kawasan Indrapura, Surabaya untuk melakukan koordinasi dengan Pangkogabwilhan II, Gugus Tugas Nasional dan Gugus Tugas Jatim.
Usai koordinasi, Muhadjir mengakui bahwa target yang dipatok oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo untuk menurunkan kasus di Jatim meleset. Justru, kasus positif terus meningkat dan menduduki peringkat teratas nasional. "Target dua minggu ada perubahan, kita evaluasi. Hasilnya belum terlalu menggembirakan," ujarnya.
1. Keluarkan Inpres untuk penegakan protokol kesehatan

Muhadjir menyebut banyak hal yang masih harus dievaluasi untuk menangani COVID-19 di Jatim. Pihaknya berulang kali mengingatkan masalah kedisiplinan warga Jatim. Sebab, berdasarkan laporan yang diterimanya dan sudah dievaluasi, masih banyak warga yang tidak patuh protokol kesehatan.
"Bapak Presiden menurunkan Inpres (Instruksi Presiden). Isinya menegakkan aturan agar masyarakat patuhi protokol. Kepatuhan di Jatim masih rendah. Padahal itu (kepatuhan) kunci utamanya," beber Muhadjir.
2. Minta angka fatalitas atau kematian ditekan, Jatim penyumbang terbanyak

Selanjutnya, Muhadjir mengaku mendapat instruksi dari Jokowi agar angka kematian atau fatalitas akibat COVID-19 dapat ditekan. Saat ini rerata angka fatalitas Indonesia masih tinggi sebesar 0,2 persen di atas internasional. "Penyumbang (kematian) tertinggi itu jatim. Caranya patuh. Karena itu ada inpres menegakkan itu," tegas Muhadjir.
Berdasarkan data Dinas Kominfo Jatim, dari 17.370 kasus positif, sebanyak 1.315 kasus dilaporkan meninggal dunia. Kemudian 7.923 kasus sembuh dan 8.183 kasus masih dalam perawatan. Rinciannya 2.976 dirawat di rumah, 744 di gedung dan 4.463 dirawat di rumah sakit.
3. Ingatkan lindungi sekitar, kalau Jatim teratasi 50 persen kasus nasional selesai

Guna menunjang itu semua, pemerintah pusat siap menggelontorkan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk Jatim. Seperti dua ruang isolasi di Sidoarjo dan Gresik, alat kesehatan primer untuk 99 RS rujukan COVID-19, ventilator, pangkalan tes spesimen, hingga kit PCR maupun reagen.
Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan pentingnya melindungi keluarga dan sekitar. Tiga yang harus dilindungi ialah tenaga kesehatan, warga yang punya komorbid atau penyakit penyerta dan orang berusia lanjut. "Kalau ini bisa dipatuhi, jatim teratasi," ucapnya.
"Tingkat kerumitan atasi (kasus COVID-19) Jatim tinggi. Kalau Jatim teratasi, 50 persen kasus COVID-19 (nasional). Beban kasus COVID-19 nasional 50 persen di Jatim," Muhadjir menambahkan.
















