Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Tanjakan Maut Wajib Diwaspadai Pemudik di Magetan

Kab. Magetan
7 Tanjakan Maut Wajib Diwaspadai Pemudik di Magetan
7 tanjakan maut jalur mudik yang membelah gunung Lawu Magetan. IDN Times/ Riyanto
Share Article

Magetan, IDN Times - Musim mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan mengalami lonjakan pemudik. Jalur Sarangan - Cemoro Sewu, Magetan menjadi salah satu jalur favorit para pemudik, yang perlu diwaspadai. Sebab, ada 7 tanjakan maut yang berpotensi membahayakan keselamatan.

  1. 1. Tanjakan Kuren

    Bus pariwisata asal Tuban mundur, 1 orang penumpang tewas tergencet bus. IDN Times/ Riyanto
    Bus pariwisata asal Tuban mundur, 1 orang penumpang tewas tergencet bus. IDN Times/ Riyanto

    Tanjakan ini berada di Desa Dadi, Plaosan. Meski tidak panjang, tanjakan ini bisa menjadi jebakan jika macet. Di tanjakan ini, sering terjadi kecelakaan karena kendaraan tidak kuat naik ke atas. Salah satunya persitiwa bus pariwisata mundur dan menewaskan satu orang.

  2. 2. Tanjakan Ngerong

    Puluhan kendaraan alami rem blong tabrak hotel dan warung warga. IDN Times/ Riyanto
    Puluhan kendaraan alami rem blong tabrak hotel dan warung warga. IDN Times/ Riyanto

    Berjarak 1 km dari Tanjakan Kuren. Menikung dan menanjak, turunannya lebih berbahaya. Puluhan kecelakaan terjadi, mulai dari menabrak hotel hingga warung karena remnya blong.

    Bagi kendaraan yang tidak prima, mending jangan main-main. Melintasi jalur ini perlu kepiawaian pengemudi dan kondisi kendaraan yang prima. 

  3. 3. Tanjakan Payung

    Banyak kendaraan di sini mundur akibat tidak kuat menanjak. IDN Times/ Riyanto
    Banyak kendaraan di sini mundur akibat tidak kuat menanjak. IDN Times/ Riyanto

    Terletak di atas Telaga Wahyu. Tanjakan terpanjang ini sering membuat kendaraan roda 4 kehabisan napas karena telat oper gigi. Petugas kepolisian bersiaga selama musim liburan untuk membantu kendaraan yang tidak kuat menanjak.

  4. 4. Tanjakan Stroberi

    Tanjakan stroberi, kendaraan kerap alami rem blong dan tabrak tebing. IDN Times/ Riyanto
    Tanjakan stroberi, kendaraan kerap alami rem blong dan tabrak tebing. IDN Times/ Riyanto

    Berada di atas kebun stroberi. Yang berbahaya justru turunannya yang curam dan menikung. Tercatat beberapa kali bus wisatawan menabrak tebing. Beberapa penumpang meninggal dunia hingga luka serius. 

  5. 5. Tanjakan Mandoran

    Tanjakan jalan tembus, tepat di atas telaga Sarangan. IDN Times/ Royanto
    Tanjakan jalan tembus, tepat di atas telaga Sarangan. IDN Times/ Royanto

    Tanjakan ini tak jauh dari lokasi wisata Telaga Sarangan. Penguna jalan kerap celaka, kendaraan mundur dan menabrak kendaraan lain di belakangnya akibat tidak kuat menanjak.

  6. 6. Tanjakan Jalan Tembus

    Tanjakan jalan tembus. IDN Times/ Riyanto
    Tanjakan jalan tembus. IDN Times/ Riyanto

    Tanjakan kedua setelah Tanjakan Payung, atau tepatnya di atas telaga Sarangan. Gunakan gigi satu pada saat menanjak ataupun saat turun. Rawan rem blong dan menabrak tebing bahkan masuk jurang.

  7. 7. Tanjakan Lawu Grend Forest (LGF)

    Tanjakan Lawu Green Forest (LGF) di jalan tembus Sarangan-Cemorosewu Magetan, 7 orang tewas di sini. IDN Times/ Riyanto
    Tanjakan Lawu Green Forest (LGF) di jalan tembus Sarangan-Cemorosewu Magetan, 7 orang tewas di sini. IDN Times/ Riyanto

    Bukan tanjakannya yang mematikan, tetapi turunannya yang perlu ektra hati-hati. Tanjakan LGF lokasinya di atas Mojosemi Forest Park.

    Tercatat 7 orang penumpang bus tewas akibat bus yang ditumpangi alami rem blong dan masuk jurang sedalam 20 meter di sini. Dinas Perhubungan Propinsi Jatim memasang rolling barier untuk mencegah kendaraan masuk jurang.

    Tips Aman Melintasi 7 Tanjakan Maut

    Periksa kondisi kendaraan, terutama rem, gunakan gigi rendah saat menanjak ataupun turun. Kemudiam jangan memaksakan diri jika kendaraan tidak kuat menanjak, terakhir, patuhi rambu-rambu lalu lintas.

    Mudik Lebaran harusnya menjadi momen bahagia bersama keluarga. Jangan sampai niatnah pulang kampung halaman justru pulang selama-lamanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More